oleh

RSUD Naibonat Perlahan Berbenah

RADARNTT, Oelamasi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Perlahan Berbenah, Direktur RSUD Naibonat dr. Erol Permata Alam Nenobais ingin sekali rumah sakit yang dipimpinnya segera meningkatkan pelayanan yang lebih prima.

Hal itu disampaikan kepada wartawan radarntt di ruangan kerjanya, Jumat,  (4/5/2018). Dikatakan agar bisa melayani dengan lebih baik maka instansinya membutuhkan tenaga tambahan berupa tenaga dokter yang memiliki spesialisasi khusus seperti, Dokter THT, Dokter Mata dan Dokter Forensik.

Menurutnya tenaga medis yang dimiliki RS Naibonat saat ini hanya dokter bedah, dokter gigi dan dokter umum, maka hal itu masih dianggap kurang.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa tahun ini rencananya akan turun DAK Afirmasi untuk pembangunan gedung dan alat kesehatan sekitar 3 Milyar.

Direncanakan dana itu diperuntukkan pembangunan satu unit gedung satu lantai untuk transfusi darah, karena selama ini darah diambil dari PMI, terang Erol.

Kemudian ia menyambung, “Kebutuhan darah tergantung operasi namun rata rata masih 30 kantong/ampul darah setiap bulan tergantung pula golongan darah pasien yang membutuhkan.”

Ditengah keterbatasan sarana prasana di Rumah Sakit Naibonat Dokter Erol mampu membuat terobosan dengan menggandeng Bank NTT untuk membuka unitnya di kompleks RS Naibonat untuk memudahkan pasiennya melakukan transaksi pembayaran jasa pelayanan kesehatan.

Peresmian unit Bank NTT RSU Naibonat direncanakan pada tanggal 25 Mei 2018, namun itu tergantung pak Bupati dan Dirut Edi Bria, katanya. Dan Kabarnya pada tahun ini pihak Bank NTT segera membuka unit kas yang baru di tiga tempat yakni di Semau, Pariti dan RS Naibonat.

Lebih jauh direktur rumah sakit ini menjelaskan sumber pendapatan RS Naibonat berasal dari BPJS, JK3 (Jaminan Kesehatan Kabupaten Kupang), Asuransi Jasa Raharja dan Pasien Umum.

Penggunaan JK3 ini diperuntukan bagi pasien yang tidak tercover dalam BPJS namun dokter Erol mengharapkan yang memiliki kartu ini adalah benar benar orang yang tidak mampu/miskin, bukan PNS/ASN, bukan tenaga kontrak atau pekerja swasta.

Untuk Diketahui Dana Alokasi Khusus Tahun 2019 rencananya akan fokus pembangunan rawat inap, UGD, OK, ICU dan gedung poli agar mampu menampung dan melayani pasien lebih banyak, dokter Erol juga berharap rumah sakit yang dipimpinnya mampu menjadi rumah sakit penyangga bagi RSU Prof Dr WZ Yohanes di Kota Kupang mengingat Kabupaten Kupang memiliki wilayah yang sangat luas dan juga merupakan salah satu daerah di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain yaitu Negara Timor Leste. (Set/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan