oleh

RSUPP Betun Lakukan MoU Dengan Laboratorium Kesehatan NTT

Ket: Kepala UPT Labkes NTT Agustinus Sally Bersalaman Dengan Kepala RSUPP  Oktolin Kurniawaty Kuswadie dan Disaksikan Kadis Kesehatan Prov. NTT  Dominikus M. Mere

 

RADARNTT, Kupang — Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan Betun Kabupaten Malaka melakukan kerjasama dengan UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT (Jumat, 24/08/2018).

Kerjasama kedua belah pihak ditandai dengan penandatangan naskah kerjasama dari Kepala UPT Labkes NTT Drs Agustinus Sally melalui suratnya Nomor: UPT LabKES/890/XI/2015 dengan Direktris RSUPP Betun Dr Oktolin Kurniawati Kuswadie melalui suratnya Nomor: RSUPP. 445/47/PKS/VIII/2018 kerjasama dalam bidang pemeriksaan laboratorium dan kualitas lingkungan dalam rangka akreditasi Rumah sakit Penyangga Perbatasan Betun.

Menurut Direktur RSUPP Betun Dr Oktolin Kurniawati Koswadie, selain kerja sama dengan Labkes NTT RSUPP Betun juga kerja sama dengan RSUD WZ Johannes Kupang dalam bidang radiologi untuk merujuk pasien dari RSUPP Betun ke RSUD WZ Johannes. Selain itu, kerja sama dalam bidang Petakuman yang ada di RSUD WZ Johanes Kupang dalam mempersiapkan akrediatasi tahun ini.
Untuk akreditasi RSUPP Betun, langkah-langkah yang perlu dipersiapkan yakni persiapan dokumen administasi yang menyangkut regulasi, pedoman, simulasi, wawancara maupun konfirmasi langsung.

Sehingga, dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT bersama RSUD WZ Johannes Kupang. Kerjasama ini ditujukan untuk peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien sebagai persyaratan akreditasi rumah sakit, terangnya.

Kemudian disaat bersamaan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg Dominikus Minggu Mere, M. Kes mengatakan, “Sebagai pelaksana kebijakan upaya peningkatan pelayanan perorangan harus didukung dengan berbagai upaya subsistim sesuai dengan standar pelayanan untuk mewujudkan pelayanan yang berkualiatas yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia kesehatan yang berkompeten dan memadai. Dalam meningkatkan pelayanan kepada pasien dibutuhkan ketersediaan obat, vaksin, perbekalan kesehatan, pembiayaan kesehatan, penelitian dan pengembangan kesehatan serta partisipasi masyarakat yang berkaiutan dengan rencana survey dari dinas kesehatan Provinsi NTT yang mendukung penuh kegiatan akreditasi rumah sakit.” (SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru