oleh

Sebagian Arena Pacuan Kuda Babau Diserahkan ke Brimob

RADARNTT, Oelamasi—Sekian lama pemberitaan polemik pacuan kuda terdiam, dan muncul kembali pernyataan kontroversi Thomas Fangidae bahwa sesungguhnya sejak tahun 2004 tanah seluas lima hektar dari total dua puluh lima hektar yang di pakai areal pacuan kuda Babau sudah diserahkan kepada Brimob.

Ia menceritakan bahwa tanah lima hektar kala itu diserahkan langsung oleh alm. Feliks Adat yang mewakili keluarga Fangidae dan keluarga Adat. Ia sebagai saksi dan turut pula hadir Lurah Nelson Elia dan Camat Amalo.

Kepada radarntt ia mengatakan, dirinya memang sudah berdamai dengan para pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten Kupang, namun untuk tanah pacuan itu sudah harga mati (Senin 1/5/2018).

Dirinya sempat menunjukkan bukti surat penyerahan dari dirinya kepada Brimob sembari mengharapkan pihak Brimob untuk segera membangun asrama kompi A.

Lebih lanjut baru baru ini ia mengaku sudah menemui Komandan Satuan (Dansat) Brigade Mobil di Markas Pasir Panjang dan menurut Thomas pimpinan Brimob meminta anggotanya untuk menindak lanjuti hal tersebut.

Selain itu saat digedung DPRD Kabupaten Kupang Thomas mengancam akan menurunkan tanah dan batu di gerbang pacuan, karena menurutnya sisa tanah seluas 20 hektar adalah haknya.

Saya siap menduduki dan memblokir pintu masuk arena jelang even lomba pacuan kuda digelar, tegas Thomas. Seperti yang sudah pernah diberitakan media ini dalam portal berita online radarntt.co, Thomas Fangidae mengklaim tanah arena pacuan kuda seluas 25 hektar adalah milik tiga suku, yakni Adat, Fangidae dan Palat yang caplok sepihak oleh Pemerintah Kabupaten Kupang selama 24 tahun tanpa ganti rugi.

Tidak mendapat tanggapan yang berarti, Thomas beberapa waktu yang lalu lantas melaporkan kepala bidang asset John Sula ke Ombudsman karena dianggapnya mengeluarkan kata kata yang melecehkan dirinya.

Berlarut larut masalah sengketa ini dikawatirkan beberapa pihak dapat mengganggu pelaksanaan kegiatan perlombaan di arena pacuan kuda Babau.

Ketika dikonfirmasi wartawan radarntt Asisten II yang juga menjabat Plt Kadis Pariwisata tidak mengangkat telpon, padahal berulangkali wartawan berusaha menghubungi untuk meminta tanggapan terkait ancaman pemblokiran arena pacuan kuda oleh Thomas Fangidae.

Untuk diketahui sebentar lagi even pacuan kuda akan digelar dan pesertanya dari Flores, Sumba, Alor, Sabu dan Timor. Pihak Pemkab Kupang melalui Kepala Bidang Destinasi Sius Kopong menyampaikan kepada media ini baru baru ini bahwa tanggal 1 sampai 6 Mei 2018 membuka pendaftaran perlombaan pacuan kuda yang sedianya diselenggarakan di tempat yang sedang menjadi sengketa antara Thomas Fangidae dengan Pemerintah Kabupaten.

Dalam memberikan keterangan pers menyangkut even perlombaan tersebut Sius Kopong tidak menyinggung persoalan sedikitpun terkait polemik status areal pacuan, dan sangat optimis acara tetap digelar bersama Pordasi akan berjalan lancar meski arena itu dalam sengketa. (Tim/RN)

Komentar