oleh

Sebagian Besar Guru SD Inpres Liliba Ancam Mogok Mengajar, Kepsek Batalkan Pemecatan Bendahara BOS

RadarNTT, Kupang  – Keluarnya SK pemecatan bendahara BOS Rinjani Kapiluka pada Hari Senin Tanggal 3 September 2018 rupanya memantik gelombang protes dan aksi mogok mengajar sebagian besar para guru dihadapan komite sekolah di Sekolah Dasar Inpres Liliba kemarin (04/09/2018).

Informasi akan terjadi pemogokan diketahui radarntt kemarin pagi pukul 6 setelah  dari nomer hp tak dikenal, bahwa akan ada aksi perlawanan sejumlah guru untuk memprotes tindakan Rosina Menoh Kepala Sekolah SDI Liliba yang dianggap melecehkan dewan guru dengan menerbitkan SK pemecatan yang cacat prosedural dan berkonten kebohongan.

Salah seorang guru senior yang bernama Abiyati Isu mewakili dewan guru berorasi dihadapan sejumlah guru, orang tua murid dan murid murid SD Inpres Liliba disela sela apel pagi sekolah itu.

Dalam orasinya, Abiyati menegaskan pihaknya sangat terganggu terhadap situasi yang sedang terjadi di SDI Liliba, tindakan pemecatan sepihak dipandang justru memanaskan situasi yang sedang terjadi dimana dugaan skandal penyelewengan dana BOS di sekolah ini sedang diusut tuntas TIPIKOR POLDA NTT.

Ia sempat menegaskan, Saya meminta Bapak Walikota Kupang untuk memberhentikan Rosina Menoh dari jabatan kepala sekolah, karena telah membuat guru guru tidak tenang dan tidak dapat mengajar dengan baik akibat ulahnya ini.

Sekali lagi yang meminta Walikota Kupang untuk memberhentikan atau mencopot jabatan kepala sekolah yang melekat, agar proses belajar mengajar disini dapat belajar dengan baik, apabila tuntutan hari ini tidak dikabulkan maka kami akan menghentikan proses belajar mengajar dan meminta pertanggungjawaban apa yang sudah dilakukan Rosina Menoh sebagai kepala sekolah.

Silakan Rosina Menoh mengajar anak anak, karena saya bersama dewan guru akan menghentikan proses belajar mengajar dan menuntut kepala sekolah memberi jawaban atas tuntutan ini.

Rosina Menoh hanya melihat kepentingan sendiri dan tidak melihat kepentingan lembaga pendidikan ini, dan tidak cocok menjadi pemimpin disini karena memperlakukan kami tidak layak, kami juga minta kepala sekolah untuk menarik kembali keputusannya memecat bendahara BOS karena Rinjani Kapiluka dipandang sebagian besar para guru tidak pernah melakukan hal hal yang merugikan sekolah ini atau negara, tutur Abiyati dalam orasinya.

Tuntutan dewan guru yang disampaikan Abiyati Isu melalui orasinya, akhirnya dijawab secara langsung Rosina Menoh sesaat tuntutan itu dilontarkan perwakilan dewan guru  dihadapan peserta apel pagi,“ Maka saya berencana membuat surat pembatalan keputusan pemecatan bendahara BOS bila itu permintaan dewan guru, dengan ini saya akan menarik kembali surat pemberhentian itu, meski ini masih saya batalkan secara lisan dan saya minta anak anak tetap mengikuti proses belajar mengajar.

Menanggapi jawaban kepala sekolah itu, Abiyati menyambung, Terima kasih kami ucapkan kepada ibu kepala sekolah yang mana telah membuat keputusan untuk membatalkan pemecatan terhadap ibu Rinjani Kapiluka sebagai bendahara SD Inpres Liliba, keputusan kemarin telah ditarik kembali oleh ibu kepala sekolah oleh karena itu apa yang menjadi tuntutan kami sudah dijawab ibu kepala sekolah secara lisan di dihadapan dewan guru, anak anak dan didepan pers. Untuk itu hari ini Ibu Rinjani Kapiluka masih sah menjadi bendahara SD Inpres Liliba saat ini.

Tetapi kami masih menuntut karena kehadiran Rosina Menoh disekolah itu telah menciptakan hubungan yang kurang harmonis antara guru dan pegawai, kehadiran Rosina Menoh disekolah ini membuat hancur padahal sekolah ini adalah sekolah unggulan yang berbasis nilai nilai kehidupan, dulunya sekolah yang berakarakter menjadi tidak baik lagi dimata pers dan di dunia sehingga kami tidak bisa bekerja dengan baik karena antar guru menjadi tidak harmonis, untuk itu kami tetap meminta Bapak Walikota Kupang untuk mencopot Rosina Menoh dari Jabatan Kepala Sekolah, tegas Abiyati.

Untuk diketahui Rosina Menoh Kepala SD Inpres Liliba telah menerbitkan kembali surat pembatalan pemecatan terhadap bendahara dana BOS SD Inpres Liliba Tertanggal 4 September 2017 pasca ancaman mogok mengajar dilakukan oleh para guru. (YO/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru