oleh

Sikap PDIP Menarik Dukungan Terhadap MS Akan Mengurangi Legitimasi Politik dan Sosiologis

-Nasional, News-1.468 views

RADARNTT, Kupang – Sekjend DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan menarik dukungan terhadap calon gubernur NTT Marianus Sae (MS) dan mendorong Emilia Nomleni tetap maju dalam kontestasi Pilgub NTT 2018, menunjukan sikap double standart dan akan mengurangi legitimasi politik dan sosiologis terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Marianus Sae dan Emilia Nomleni.

Demikian ditegaskan pengamat politik Universitas Muhammadyah Kupang Dr. Ahmad Atang, Rabu, (14/2/2018) di Kupang.

Menurutnya, PDIP sesungguhnya sedang menerapkan sikap politik double standart, karena dengan hanya mengakomodir Emi Nomleni tanpa Marianus Sae, PDIP tidak realistis bahwa tidak ada calon tunggal.

“Kalau demikian, ini logika politik yang menyesatkan, Pilkada memilih pasangan gubernur dan wakil gubernur bukan hanya memilih gubernur atau wakil gubernur”, katanya.

Ahmad Atang menjelaskan, penetapan Marianus Sae sebagai tersangka belum memiliki kekuatan hukum tetap, karena itu jika PDIP menarik dukungan tidak menggugurkan posisi Marianus Sae sebagai calon gubernur.

“Marianus secara administrasi telah ditetapkan oleh KPU sebagai cagub berpasangan dengan Emi Nomleni sehingga sah secara hukum”, kata Dosen Politik Universitas Muhammadyah Kupang.

Karena itu, lanjutnya, pasangan calon Marianus Sae-Emilia Nomleni akan mengikuti tahapan Pilkada hingga selesai dan rakyat yang akan menentukan.

“Jika pasanngan Marianus Sae-Emilia Nomleni menang dalam Pilgub, mereka resmi sebagai gubernur dan wakil gubernur, namun jika kasus ini pada akhirnya mempunyai kekuatan hukum tetap yang memvonis terpidana Marianus Sae maka wakil gubernur dapat menggantikan posisinya”, kata Ahmad Atang.

Kendati demikian, katanya, peristiwa ini membuka mata publik untuk melihat lebih jernih siapa calon pemimpin yang layak didukung dan dipilih, tidak saja karena memenuhi syarat administrasi tapi jauh lebih penting adalah secara moralitas.

“Semoga masyarakat kita semakin tercerahkan dengan berbagai peristiwa akhir-akhir ini, sehingga tidak memilih pemimpin yang moralnya buruk dan terindikasi korupsi”, tegas Atang.

Prahara politik pencalonan Gubernur NTT Marianus Sae yang menuai badai di tikungan terakhir, sehari menjelang penetapan pasangan calon oleh KPU NTT, MS justru terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Kota Surabaya Jawa Timur, Minggu, (11/2/2018).

Peristiwa ini membuat kelimpungan partai pengusung pasangan calon Marianus Sae-Emilia Nomleni (MS-EN), sampai membuat DPP PDIP menyatakan menarik dukungan terhadap MS.

Pernyataan menarik dukungan tersebut dilontarkan secara terbuka oleh Sekjend DPP PDIP Hasto Kristyanto di Jakarta, Selasa, (13/2/2018) yang disiarkan langsung sejumlah media televisi.

“Kami menarik dukungan secara politis untuk Marianus Sae, tapi tetap mendorong Emiliana Nomleni untuk maju dalam kontestasi Pilgub NTT”, ungkap Hasto. (Yolf/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan