oleh

Simon Sabon Sebut Rektor Undana Tak Patut Dicontoh ASN

 

          Rektor Undana Prof. Fred Benu

RADARNTT, Kupang — Pernyataan Fred Benu di salah satu media cetak (Pos Kupang, 11-07-2018) yang mengatakan dirinya menjadi contoh Aparatur Sipil Negara di Indonesia, karena dia adalah satu-satunya Rektor atau Pejabat yang mengundurkan diri dari Jabatan Komisaris Independen.

Dr. Khalid K. Moenardy, M.Si akademisi Univeritas Nusa Cendana menanggapi hal diatas kepada RADARNTT mengatakan, “Rektor Undana harus jujur mengatakan kepada publik, bahwa pengunduran dirinya dari Komisaris Independen pada tahun 2013 karena dirinya sudah mengetahui kalau UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik melarang ASN dan pejabat publik merangkap jabatan.”

“Akan tetapi kenyataannya justru mungkin godaan REMUNERASI yang dinikmati selama kurang lebih tiga setengah tahun lalu sangat menggiurkan sehingga secara sadar melanggar aturan Undang – Undang. Sepertinya Fred Benu sama sekali tidak bisa dibenarkan dalam pernyataan pada public di media cetak sebagai contoh, namun patut tidak dicontoh lebih sangat tepatnya, ujar Kahlid (Senin 23/07/2018).

Berdasarkan dokumen Bank NTT (Annual Report Bank NTT, 2013), Rektor Undana mengundurkan diri dari Komisaris Independen karena terpilih dan dilantik menjadi Rektor Undana (periode 2013 – 2017).

Sementara itu akademisi lainnya seperti Prof. Simon Sabon Ola kepada wartawan menegaskan beberapa hal, karena dirinya sempat menjabat menjadi ketua panitia pemilihan Rektor saat itu.

Ia mengatakan, “Saat menjadi Ketua Panitia saat itu, Fred Benu mengundurkan diri pada Juli 2017. Demi ambisinya menjadi rektor periode kedua (2017 – 2021), maka jabatannya sebagai Komisaris Independen pun ditanggalkannya supaya tidak dibatalkan oleh Menristekdikti dan Komisi ASN.”

“Jika melihat pola strategi mundur-maju- dan-mundur ini sebetulnya adalah sebuah tindakan yang tidak patut dicontoh oleh ASN dengan gelar sebesar Profesor,”  jelasnya. (Yo/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan