oleh

Siswi SMA Negeri di Mabar Mengaku Diperkosa Sang Mantan

-Hukrim, Mabar, News-2.472 views

RADARNTT, Labuan Bajo – Seorang siswi Kelas 3 salah satu SMA Negeri di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi korban pemerkosaan mantan kekasihnya berinisial N, Minggu (4/3/2018) sekitar Pukul 19.00 WITA.

Siswi berusia 18 tahun asal Lembor Selatan ini mengaku bahwa N adalah mantan kekasihnya.

Lantaran putus, N melalui akun Facebook meminta dirinya untuk bertemu. Jika permintaan itu ditolak, N mengancam akan menyebarkan aib yang pernah mereka lakukan saat pacaran.

“Dia mengancam saya lewat Facebook. Jika tidak menemui dia (pelaku, red), maka dia akan menyebarkan apa yang kami lakukan saat pacaran,” tutur MA seperti yang dilansir indonesiakoran.com di Labuan Bajo, Kamis (8/3/2018).

Karena takut, MA pun mengikuti ajakan N ke rumah pelaku di Wae Kesambi, Labuan Bajo, sekitar Pukul 19.00 WITA.

“Sesampainya di rumah, dia menyuruh saya masuk kamar dan memaksa berhubungan badan,” kata MA.

Tak sampai di sini, N kemudian membawa MA ke sebuah tempat ke arah ke Los Baba, di sekitar Labuan Bajo. Parahnya, MA juga mengajak rekannya berinisial A.

“Kemudian saya dipaksa masuk pondok. Dia juga suruh saya masuk ke kamar dan bilang dia belum puas. Dia memaksa saya untuk kembali berhubungan badan,” beber MA.

Saat N berusaha memuaskan hasratnya, tiba – tiba ada datang sembari meminta N agar ke Kantor Polisi. N pun tak menuntaskan nafsu bejatnya, dan memilih melepaskan kemaluannya dari organ intim MA dan langsung memakai celana.

Celakanya, N meninggalkan MA sambil membawa pakaian milik MA. MA ditinggal di pondok itu tanpa sehelai benang pun.

“Saat saya berusaha mengikuti N, muncul A dan langsung menarik tangan saya, sehingga saya langsung terduduk. A kemudian memaksa saya berhubungan badan di tempat itu,” jelas MA.

Kasus ini membuat MA merasa terpukul. Tak terima dengan kejadian ini, pihak keluarga MA akhirnya melaporkan kedua pelaku ke Polres Manggarai Barat, Selasa (6/3/2018).

“Kami atas nama keluarga, meminta dengan hormat agar pihak kepolisian Manggarai Barat mengusut tuntas kasus pemerkosaan anak kami ini,” ujar Antonius Belantara, salah satu keluarga korban.

Pihak keluarga mengharapkan agar pelaku yang salah satunya sudah beristri, agar dihukum seberat-beratnya.

“Apalagi anak kami ini sudah kelas 3 SMA dan sebentar lagi akan mengikuti Ujian Nasional. Kami takut anak kami terganggu psikisnya,” tandas Antonius Belantara. (IK/Mhen/RN)

Komentar