oleh

Status Kepemilikan Lahan Pacuan Kuda Babau Harus Diperjelas!

RADAR NTT, Kupang – Kegaduhan terkait status lahan pacuan kuda di Babau, Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai banyak komentar, salah satunya mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kupang Paul Lani. Kepada wartawan radarntt via seluler, Selasa (13/03/2018) mengatakan bahwa dirinya sangat siap memberikan keterangan secara lengkap terkait siapa sebenarnya yang berhak atas lahan 25 Ha yang saat ini sudah didirikan bangunan milik Pemkab Kupang yang nilainya mencapai milyaran rupiah.

“Bila sekarang saya diminta bicara oleh Bupati, saya akan bicara, sebuah pemerintahan itu harus berkesinambungan agar tidak menimbulkan kegaduhan.” ujar Palul Lani.

Dirinya menambahkan, Bupati itu Pemda yang berkesenambungan, bukan Bupati baru lalu buat aturan baru, selain itu ia tekankan bahwa Pemerintah harus berkesinambungan agar tidak menimbulkan kegaduhan seperti yang terjadi saat ini.

Selain itu, Pemerintah itu pelayan yang tujuanya mensejahterakan rakyat, bukan untuk menimbulkan kegaduhan.

Disinggung soal niat warga yang membawa persoalan lahan tersebut ke ranah hukum, mantan Kepala BPN ini juga menjelaskan Pejabat itu harus tahu sejarah, mengapa harus ke ranah hukum? Semua harus dikomunikasikan lewat mediasi.

Selain itu, dirinya juga menyinggung soal lahan 370 hektar yang dipakai civic center saat ini tanpa ganti rugi juga tidak bermasalah hingga kini dan sudah memilimki sertifikat.

“saya teken sertifikatnya, karena kita komunikasikan secara baik kepada semua pihak yang terlibat,Pemerintah harus bisa komunikasi kepada rakyat, untuk apa harus ke pengadilan.”tegas Paul Lani.

Dirinya juga sependapat semua bangunan milik pemerintah harus berdiri diatas lahan yang bersertifikat atas nama pemerintah supaya tidak gaduh di belakang hari (Tim/RN)

Komentar