oleh

Telan Ratusan Juta Rupiah, Ini Kondisi Kantor Desa Golo Wontong

-Hukrim, Matim, News-3.737 views

RADARNTT, Borong – Gedung kantor Desa Golo Wontong Manggarai Timur (Matim) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepertinya mubasir, dikabarkan gedung yang dibangun sejak tahun 2017 silam menggunakan dana desa bernilai ratusan juta rupiah, hingga kini belum mencapai 50 persen, demikian kata salah satu tokoh masyarakat saat dijumpai Tim RadarNTT yang enggan namanya diberitakan.

Menurut Tokoh masyarakat tersebut, Desa Golo Wontong merupakan salah satu desa pemekaran dari desa induk Golo Mangung yang sudah memasuki dua periode masa pemerintahan, yang dinakodai oleh Nokolaus Ganus, sayangnya fasilitas kantor sebagai sentral seluruh aktivitas pelayanan  publik terkesan terhambat.

Informasi yang dihimpun Tim RadarNTT, Tahun Anggaran  2015 dianggarkan untuk membangun kantor desa senilai 102 juta rupiah, sementara pada tahun yang sama pekerjaan belum dilaksanakan,  Tahun Anggaran 2016 dianggarkan juga pembangunan kantor desa dengan nilai yang sama,  yakni 102 juta rupiah pekerjaan juga belum dilaksanakan.

Lalu pada Tahun Anggaran 2017 dianggarkan lagi biaya pembangunan kantor desa dengan nilai 102 juta rupiah, dan ditahun tersebut tepat pada bulan September barulah pekerjaan fisik mulai berjalan. Tahun Anggaran 2018 masih juga dianggarkan dengan nilai yang sama 102 juta rupiah, pekerjaan fisik mangkrak hingga kini gedung berdiri tidak mencapai 50 persen.

Nampak kondisi bangunan sudah tembok namun belum sloof atas, dan belum ada tanda tanda kelanjutan pekerjaan.

Anehnya anggaran ratusan juta rupiah untuk membangun kantor desa, tapi hasilnya tidak mencapai apa yang diharapkan masyarakat, pertanyaan anggaran sebesar itu dikemanakan?

Desa yang sudah memasuki tahun ketujuh sejak pemekaran ini, diakomodir sebagai penerima dana desa sejak tahun 2015, sayangnya penyerapan dana desa, baik pembangunan fisik terutama infrakstruktur sepertinya tidak dinikmati oleh masyarakat desa setempat dan sekitarnya, contohnya kantor desa saja belum selesai dibangun, sementara desa tetangga yang juga merupakan desa pemekaran sudah memiliki kantor yang layak sebebagai fasilitas pelayanan publik.

Untuk diketahui sejak tahun 2011 desa Golo Wontong telah dipisahkan dari desa induk Golo Mangung dan mengatur ‘rumah tangga’ sendiri dengan berkantor sementara pada rumah warga, dan hingga saat ini masih tetap berkantor pada rumah warga tersebut, pada hal sejak tahun 2015 hingga 2018, dana desa sudah dianggarkan khusus untuk pembangunan gedung kantor desa sebagai tempat pelayanan seluruh kebutuhan masyarakat dan pemerintah.

Selain itu juga dikabarkan bahwa pengelolaan terkait pembangunan kantor desa tersebut dikelola sendiri oleh kepala desa Golo Wontong Nikolaus Ganus. (TIM/RN)

Komentar