oleh

Terkuak Alasan Duet Politisi Nasional Viktor dan Josef di Pilgub NTT

-News-1.628 views

RADARNTT- Kupang – Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur NTT tahun 2018 menampilkan 4 (empat) pasangan calon dari berbagai latar belakang, ada yang berasal dari mantan birokrat, politisi dan pengusaha. Dari delapan figur calon, tampil duet politisi berkelas nasional, juga sebagai pengusaha sukses di tingkat nasional, yaitu politisi partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat yang bertandem dengan Josef A. Nae Soi politisi senior partai Golkar.

Viktor dan Josef, sama-sama membangun karier politiknya di level nasional. Viktor Laiskodat sebagai anggota DPRRI dua periode (2004-2009 dan 2014-2019), juga Josef Nae Soi pernah jadi anggota DPRRI dua periode (2004-2009 dan 2009-2014).

Sebagai politisi Senayan, mereka sangat berperan aktif dalam membangun komunikasi intens dengan pemerintah pusat; presiden, wakil presiden, kementerian dan lembaga serta BUMN dalam merancang anggaran pembangunan.

Sehingga semua kebijakan anggaran pembangunan yang masuk ke provinsi NTT, yang bersumber dari APBN sudah pasti dalam pantauan mereka. Keduanya, tentu ikut andil dalam memberikan masukan dan pertimbangan strategis sampai adanya anggaran pembangunan itu melalui APBD provinsi NTT dan APBD kabupaten/kota.

Menelisik perjalanan pembangunan provinsi NTT di era otonomi daerah, yang hampir 18 tahun bergulir sejak dicetuskan 1999. Tentu ada berbagai capaian sukses, juga tak luput berbagai kegagalan yang dialami.

Pemerintah daerah sudah membangun sejumlah sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, jalan, pelabuhan laut, bandara udara, ekonomi dan lain-lain.

Potret hasil pembangunan provinsi NTT saat ini, setidaknya menggambarkan dua kondisi yang melekat erat dan cenderung menjadi semacam stigma, yakni provinsi termiskin dan terkorup se-Indonesia. Suatu kondisi yang kontradiktif dengan semangat kerja pemerintah selama ini.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga September 2016 NTT masuk peringkat ketiga untuk jumlah penduduk miskin di Indonesia setelah Provinsi Papua dan Papua Barat. Jumlah penduduk miskin di NTT mencapai 22,01 persen atau 1.150.080 orang dari sekitar 5,3 juta penduduk provinsi ini.

Data Indonesia Coruption Watch (ICW) menyebutkan Provinsi NTT merupakan salah satu daerah dengan tingkat korupsi tinggi. NTT berada diurutan empat besar di Indonesia. Namun, sangat sedikit koruptor yang ditangkap dan dipenjarakan.

Masalah kemiskinan dan korupsi ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan, karena korupsi secara sistemik menciptakan kemiskinan struktural dan sebaliknya kemiskinan pun bisa dijual kemudian untuk dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan serakah, yang cenderung terus melanggengkan kemiskinan.

Kondisi kekinian NTT, turut menggugah nurani dua putra terbaiknya, Viktor dan Josef rela meninggalkan segala kemewahan dan kegemerlapan posisi politik di Jakarta.

Viktor sebagai Ketua Fraksi NasDem DPRRI dan Josef sebagai Staf Khusus Kemenkumham RI, itu semua rela mereka tanggalkan dan tinggalkan hanya untuk datang mengabdikan diri bagi nusa tanah terindah (NTT), dengan semangat menerima otoritas penuh rakyat untuk membawa NTT ‘Bangkit dan Sejahtera’.

Kehadiran dua tokoh (Viktor dan Josef) yang kaya pengalaman dan jaringan politik dan ekonomi di tingkat nasional pun internasional ini, hendak membuka jalan baru menuju ‘NTT Bangkit’ dari kemiskinan dan ketertinggalan di bidang ekonomi, dengan mengembangkan industrialisasi daerah di sektor strategis, melalui pengembangan industri pariwisata, industri perikanan, industri garam dan lain-lain.

Sembari, menyiapkan sumber daya manusia yang handal melalui peningkatan kualitas tenaga pengajar/guru, menyediakan fasilitas perpusatakaan yang memadai di setiap sekolah, mengirim studi ke luar negeri bagi 10.000 pemuda. Dan, pembangunan infrastruktur jalan, air dan listrik (JALA).

Viktor dan Josef juga berkomitmen membangun pemerintahan yang bersih tanpa korupsi, konsisten tidak menerima fee proyek, membangun sistem keterbukaan pengelolaan anggaranan pembangunan melalui e-planning dan e-budgeting.

Mereka tidak lagi mencari jabatan untuk gagah-gagahan dan mencari kekayaan, mereka sudah sangat cukup untuk menghidupi dirinya. Viktor dan Josef hanya menanti mandat penuh rakyat NTT, pada 27 Juni 2018 memberikan otoritas/kewenangan penuh untuk membangun fondasi perekonomian dan sumber daya manusia NTT menuju kesejahteraan.

Viktor dan Josef siap mengerahkan semua sumber daya jaringan yang dimiliki di tingkat nasional dan internasional untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat NTT sejajar dengan daerah lain bahkan negara lain, seperti Timor Leste, Australia dan Selandia Baru. Itulah mimpi besar kita, “kita harus punya mimpi besar dan kerja besar untuk bangkit dan sejahtera”, tegas Viktor Laiskodat dalam satu kesempatan. (Yolf/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan