oleh

Thom Fangidae Segera Laporkan Kabid Aset Pemkab Kupang Ke Ombudsman

RADARNTT, Oelamasi – Mengambangnya proses penyelesaian terkait geger status kepemilikan arena pacuan kuda di Babau akhirnya disikapi Thomas Fangidae yang berencana melaporkan tindakan Kepala Bidang Aset Jhon Sulla di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) ke Ombudsman Perwakilan Nusa Tenggara Timur. Hal itu disampaikan Thomas kepada wartawan (Sabtu 31/03/2018) bahwa dirinya terpaksa mengambil tindakan tersebut karena menganggap penyelesaian sengketa belum jelas dan terkesan menggantung,”Saya sudah menghubungi via telpon salah satu Komisioner Ombudsman RI Prof. Adrianus Meliala dan dijawab untuk segera melaporkan ke Ombudsman Perwakilan NTT”, ujarnya.

Selanjutnya Thomas mengatakan, semua pihak yang saya hubungi mengatakan nanti kita cari waktu, bukan menjadwalkan waktu yang jelas untuk mediasi tanah miliknya,”Saya butuh kejelasan dan bukan malah dipingpong.” tegasnya.

Saat ditemui dirinya sedang mempersiapkan surat dan bundelan berkas yang akan dilampirkan pada saat melaporkan ke Ombudsman Perwakilan NTT. “Selasa depan saya akan laporkan kelakuan Kabid Aset BPKAD Kabupaten Kupang, saya tidak main main,” tegas Thomas dengan jengkel.

Ia menambahkan bahwa beberapa hari yang lalu sempat menghubungi Bupati Kupang Ayub Titu Eki lewat telpon terkait masalah ganti rugi tanah pacuan, namun dijawab sebaiknya di sms saja karena bupati sedang rapat Musrembangkab.

Dirinya juga mengakui bahwa niat pelaporan ke Ombudsman atas dukungan banyak pihak agar upaya mediasi ganti rugi tanah ada kejelasan dan dikatakannya bahwa ia telah banyak membantu pemerintah dalam hal menjaga aset pemda yang berpotensi dihilangkan.

Salah satu sumber yang cukup kuat yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa Kepala Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kris Patmawan pernah mengatakan bahwa tanah pacuan kuda di Babau itu memang dikuasai oleh Pemerintah Kupang. Namun ada hal penting yang pernah dikatakan oleh Mantan Kepala BPN Kabupaten Kupang Paul Lani kepada radarntt, bahwa dirinya siap menjelaskan siapa yang paling berhak atas tanah pacuan kuda tersebut asal Bupati Kupang memanggilnya. (Tim/RN)

Komentar