oleh

Tipikor Polda NTT Akan Periksa Robby Ndun Manajer BOS Kota Kupang?

 

Ket: Surat Panggilan Ditreskrimsus Polda NTT Kepada Robby Ndun Selaku Manajer Dana BOS Kota Kupang.

RADARNTT, Kupang — Pasca mencuatnya dugaan kasus penyelewengan dana BOS di SD Inpres Liliba diiringi banyak dinamika, dari pemecatan yang diduga cacat prosedural Bendahara BOS Rinjani Kapiluka yang kemudian dibatalkan karena sehari setelah turunnya surat pemecatan tanpa stempel, terjadi insiden mogok sebagian besar guru di SD Inpres tersebut yang mengejutkan banyak pihak.

Bukan hanya itu diketahui sebanyak 31 guru sempat menandatangani petisi sejumlah tuntutan meski petisi itu akhirnya urung diberikan ke beberapa pihak setelah salah satu tuntutan guru dikabulkan kepala sekolah.

Pasca insiden mogok pengajar, sebanyak 9 orang guru termasuk kepala sekolah namun kenyataannya hanya 8 orang yang hadir minus kepala sekolah yang kemudian dibina di Dinas Pendidikan Kota Kupang.

Menurut pengakuan para guru dalam pembinaan itu Rosina Menoh sang Kepala Sekolah tidak tampak dalam pembinaan sehari yang ditangani Markus Dju Djani Kepala Seksi Pembinaan PTK Dikdas.

Sejak kasus ini diblow up media ini dan geger diranah publik kebenarannya sempat diragukan, namun kini secara perlahan dari kejadian yang terkuak muncul fakta yang tak terbantahkan.

Penelusuran tim radarntt mendapatkan kembali fakta terkini, adanya peningkatan status dari kasus dugaan penyelewengan dana BOS SD Inpres Liliba ini dari penyelidikan meningkat menjadi penyidikan. Hal tersebut juga diakui salah satu nara sumber di Polda NTT yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan mengatakan, Gelar Perkara sudah dilakukan, jadi sekarang masuk tahapan penyidikan.

Statement itu juga dikuatkan dari pengakuan Bendahara BOS Rinjani Kapiluka bahwa penyidik sudah menyita sejumlah dokumen yang disimpannya, dan kabarnya hal itu juga diberlakukan kepada Aprilia Bardama Tombi mantan bendahara BOS SD Inpres Liliba (Jumat, 14/09/2018)

Mulai Hari Senin depan, sejumlah pihak di lingkungan SD Inpres Liliba akan antri dimintai keterangan di Mapolda NTT dari salah seorang perwakilan guru PNS SDI Liliba, salah seorang perwakilan guru honor, Bendahara Barang Kaleb Letuna, Pegawai Tata Usaha Serly O Lassy, Ibrahim Beti Penjaga Sekolah, Operator Sekolah Charla Apriliana Berhitu, Kepala Sekolah Inpres Liliba Rosina Menoh, Ketua Komite Sekolah Roni Lotu Berikut Kepala Sekolah SD Inpres Naimata Yener Plever Noti yang dahulu menjabat Bendahara BOS SD Inpres Liliba selama belasan tahun.

Dan menariknya kabar dipanggilnya Kepala Bidang Pendidikan Dasar Sekolah sekaligus merangkap Manajer Dana BOS Kota ternyata bukan isapan jempol belaka, tim investigasi melihat sepucuk amplop dibuat Ditreskrimsus yang ditujukan kepada Robby Ndun.

Saat dikonfirmasi pihak kepolisian mengakui bahwa pihaknya beberapa hari ke depan akan menghadirkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar sekaligus Manajer Dana BOS Kota Kupang kehadapan penyidik.

Fenomena diatas mengingatkan pernyataan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Yunus Jekson Obeng yang pernah hadir mendampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kota di SD Inpres Liliba pasca insiden mogok mengajar pernah mengatakan dihadapan dewan guru, Saya ingatkan setiap masalah apapun kita selesaikan dulu secara internal, ketika sudah tidak ada jalan lagi atau titik temu atau buntu sama sekali, kita mau naik pakai jalur hukum juga tidak apa apa, tapi ini kan disini satu keluarga masak bapak/ibu tidak bisa tempuh jalur kekeluargaan sama sekali, kita semua disini punya suami punya istri punya anak.

Lebih Lanjut dikatakannya, Kalau sudah berdampak hukum berarti apa akibatnya bapak/ibu sonde kasihan istri, sonde kasian suami, sonde kasihan anak anak kita dirumah, ujung ujungnya jalur damai nanti pihak polda akan mengatakan bagaimana kita akan lanjut terus atau akan selesaikan secara damai, kalau bapak/ibu dari awal mau damai saja itu lebih baik daripada bolak balik di kepolisian (Kamis,06/09/2018).

Dalam petikan rapat dengar pendapat itu  Yunus Jekson Obeng Kabid PTK secara jelas dan gamblang juga menegaskan, Polisi dengan barang barang begini paling suka bapa mama dan itu nanti jadi ini, kesempatan untuk jadi mata pencaharian, dan bapak guru mau dijadikan ATM, mau? Kasihan kan kita pu anak anak, istri, ini saya sudah menyentuh dari lubuk hati yang paling dalam. (TIM/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru