oleh

Tolak UUD MD3 Berakhir Bentrok Dengan Polisi

RADARNTT, Kupang – Aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Penegak Demokrasi NTT, melakukan longmach dari depan kampus Undana lama menuju kantor DPRD Propinsi NTT (Senin 26/3/2018), dalam orasinya yang dipimpin oleh korlap Pemuda Penegak Demokrasi NTT Oswin Goleng.

Menurutnya terkait UUD MD3 yang disahkan oleh anggota DPR RI dinilai sangat mengecewakan terkait kinerja anggota DPR RI/DPD/DPRD yang semakin jauh dari kritikan dan merasa sangat dilindungi oleh undang undang tersebut.

Ketua PMKRI Cabang Kupang Markus Gani mengatakan penolakan terhadap UUD MD3 yang sudah disahkan oleh anggota DPR RI pada tanggal 18/03/2018. Dirinya berharap kepada Mahkamah Konstitusi untuk melakukan pembatalan terkait UUD MD3, ia juga menilai bahwa DPR sudah melanggar terhadap asas demokrasi kebebasan berpendapat di Indonesia, yang tidak sesuai dengan UUD Tahun 1945 pasal 28 tentang hak asasi manusia.

Markus mengatakan terkait sikap teman- teman kepolisian yang melakukan tindakan premanisme terhadap 6 orang massa peserta aksi yang mengalami pemukulan dari pihak polisi. Ia menambahkan pihaknya akan melanjutkan proses secara hukum terhadap pihak polisi yang melakukan aksi pemukulan terhadap para aktivis.

Sementara itu Ketua PMII Syamsul A. Rahmat mengatakan bahwa sikap penolakan terhadap UUD MD3, karena melihat UUD MD3 seperti telah terjadi pembungkaman terhadap demokrasi rakyat.

Sikap kecewa serta melakukan mosi tidak percaya terhadap seluruh anggota DPRD propinsi NTT yang pada siang tadi tidak ada di dalam gedung dewan. Syamsul juga mengatakan bahwa perilaku premanisme yang dilakukan oleh oknum oknum polisi terhadap peserta aksi dan salah satu korbannya adalah PMII, kami sangat mengutuk tindakan pemukulan yang di lakukan oleh oknum polisi terhadap aktivis.

Ia menegaskan bahwa polisi adalah pelindung dan penggayom masyarakat, tapi hari ini justru berbeda polisi bak seperti preman berdasi yang menjadi pelindung anggota DPRD propinsi NTT. (Rob/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan