oleh

Viktor Laiskodat Ingatkan Rakyat NTT tentang Manfaat Tanaman Kelor

-Ekonomi, News-5.897 views

RADARNTT, Jakarta – Viktor Bungtilu Laiskodat mengingatkan rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengkonsumsi daun kelor sebagai bahan pangan lokal yang sangat kaya manfaat, untuk memperbaiki gizi dan kesehatan tubuh. Hal ini ditegaskannya dalam debat terbuka pasangan calon gubernur/wakil gubernur NTT periode 2018-2023, yang disiarkan chanel iNewsTV, Kamis, (5/4/2018) di Studio RCTI Kebun Jeruk Jakarta.

Menurutnya, untuk mengatasi masalah gizi dan kesehatan masyarakat harus terus mengkonsumsi daun kelor, masalah gizi buruk di Afrika bisa diatasi dengan konsumsi daun kelor.

“Saya jadi seperti ini, karena saya makan daun kelor”, tegas Viktor sontak disambut riuh tepuk tangan pendukung.

Kelor dengan nama latin Moringa oleifera, tanaman yang cocok dengan tanah NTT dan tumbuh subur sampai puluhan tahun. Di kampung-kampung, ditemukan tanaman ini tumbuh bebas dan sering dijadikan tanaman pagar di kebun dan pekarangan rumah.

Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman kelor yang tumbuh di daratan Pulau Timor-NTT, saat ini diklaim memiliki kualitas terbaik nomor dua di dunia setelah Spanyol. Sehingga kelor asal Timor diburu pembeli mancanegara.

Sebagaimana dilansir Kompas.com (2015), menurut hasil penelitian, “daun kelor mengandung vitamin A, C, B, kalsium, kalium, besi, dan protein dalam jumlah yang sangat tinggi yang mudah dicerna dan diasimilasi oleh tubuh manusia. Bahkan jumlahnya berlipat-lipat dari sumber makanan yang selama ini digunakan sebagai sumber nutrisi untuk perbaikan gizi di sejumlah negara”.

Tanaman kelor juga mengandung 40 antioksidan dan 90 jenis nutrisi berupa vitamin essensial, mineral, asam amino, anti penuaan, dan anti inflamasi. Kelor juga mengandung 539 senyawa yang dikenal dalam pengobatan tradisional di India dan Afrika serta telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mencegah lebih dari 300 penyakit.

Tanaman kelor, mulai dari daun, biji, bunga, akar, kulit kayu, dan polong dewasa memiliki kegunaan masing-masing, yakni untuk stimulan jantung, peredaran darah, antitumor, antipiretik, antiepilepsi, antiinflamasi, antiulcer, antipasmodic, diuretik, antihipertensi, menurunkan kolesterol, antioksidan, antidiabetik, kegiatan hepatoprotektifm antibakteri, dan antijamur.

Melihat pentingnya tanaman kelor, yang kaya akan nutirisi dan manfaat bagi tubuh manusia. Sehingga, Viktor Laiskodat mengingatkan masyarakat NTT untuk kembali kepada diri sendiri dan memulai dari apa yang dimiliki, tanaman kelor menjadi salah satu solusi konkrit mengatasi masalah gizi dan kesehatan, yang dapat dikerjakan oleh masyarakat secara swadaya. (Yolf/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan