oleh

Waspada Ratusan Kosmetik dan Jamu Tradisional Ilegal Beredar Labuan Bajo

Kosmetik Ilegal dan palsu termasuk beberapa jamu tak punya izin edar yang berhasil disita BB POM NTT baru baru ini

 

RADARNTT, Labuan Bajo – Masyarakat diminta berhati-hati dengan peredaran kosmetik ilegal semakin meresahkan, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi NTT menyita ratusan jenis dari puluhan produk kosmetik ilegal dan jamu tradisional palsu dari sejumlah pedagang kaki lima di Kampung Ujung, Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat (Kamis, 29/11/2018).

Bagi kita orang awam, memang tak mudah membedakan apakah produk kosmetik maupun obat tradisional yang kita beli merupakan produk asli atau ilegal. Tapi ada satu hal yang bisa dilakukan konsumen agar terhindar dari produk kosmetik ilegal.

“Setiap kali akan membeli kosmetik maupun obat tradisional yang perlu diperhatikan itu adalah Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa”, kata penyidik BPOM Bernardus Beda Moron kepada radarntt usai sweeping pedagang kaki lima di wilayah Labuan Bajo.

Moron menjelaskan untuk setiap produk kemasan, pembeli sebaiknya tidak membeli jika kemasan rusak atau tampak berbeda dari aslinya. Kemudian, pastikan label tercantum jelas dan lengkap pada kemasan.

“Label pada kemasan ini meliputi nama produk, nomor izin edar, kode produksi, nama dan alamat produsen/importir/distributor, netto dan komposisi, batas kedaluwarsa, serta kegunaan dan cara penggunaan dalam bahasa Indonesia,” jelas Moron.

“Lihat juga apakah kosmetik sudah memiliki nomor izin edar dari BPOM, karena setiap kosmetik yang akan diedarkan wajib memilikinya. Nomor izin edar tersebut juga menunjukkan bahwa produk kosmetik telah diuji oleh BPOM dan terdaftar secara resmi (legal), telitilah waktu kedaluwarsa atau tanggal kaduluwarsa,” jelas Moron.

Kenapa harus waspada terhadap peredaran kosmetik ilegal? Moron mengatakan, selain tidak terjamin keamanan, mutu, dan manfaatnya, kosmetik ilegal juga dapat mengandung bahan yang dilarang atau berbahaya yang berisiko bagi kesehatan.

Seperti yang disaksikan media ini, sedikitnya ada 94 merk produk kecantikan dan perawatan wajah disita petugas ditiga tempat berbeda. Selain itu petugas juga menyita sebanyak 12 jenis jamu tradisional yang dijual pedagang di Labuan Bajo.

Salah satu pedagang kosmetik ilegal Ayu Firida asal Makasar mengaku dirinya baru dua minggu menjual prodak perawatan wajah tersebut. Dia mengaku membeli barang di Makasar dan dijual kembali di Labuan Bajo dan sekitarnya.

“Kita beli di toko-toko di Makasar, kemudian kita jual kembali di Labuan Bajo, saya jual pun belum sebulan,” kata Ayu.

Untuk diketahui menjual produk tanpa izin edar, melanggar pasal 196 dan 197 Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar rupiah serta Pasal 62 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 2 miliar rupiah. (MH/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru