oleh

Ada Fakta, Wilhelmus Bate Beri Jawaban Simpang Siur Terkait Polemik Bansos

RADARNTT, Bajawa – Polemik Bansos di Kabupaten Ngada belumlah usai, ada fakta yang tak lazim yang dilakukan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Wilhelmus Petrus Bate saat diketahui memberikan jawaban berbeda kepada masyarakat dengan wartawan. Hal ganjil itu terjadi pada Tanggal 21 Desember 2018 saat tim investigasi radarntt menyamar sebagai calon penerima dana bansos dengan mendatangi Kantor Dinas PKAD menemui dan mempertanyakan kepada Wilhelmus Bate tentang kapan realisasi dana bansos untuk masyarakat yang tak kunjung masuk nomor rekening. Padahal menurut pantauan media warga telah melengkapi berkas pencairan sejak tanggal 14 Desember 2018.

Ketika itu Wilhelmus Bate, SH dengan nada sedikit tinggi mengatakan, Kenapa harus tanya di saya? Tanya saja di sana mereka yang transfer itu ko! Bukan tanya di saya dengan urusan kecil-kecil bagaimana? Kalau sudah lengkapi administrasi cek disana, nama ini sudah masuk atau belum. Jangan kau tanya yang kecil-kecil di saya bagaimana!”

Beberapa hari kemudian tim radarntt mencoba konfirmasi via seluler dan dijawab Wilhelmus Petrus Bate sebagai berikut, “Oh itu mungkin transfernya, tapi kalau sudah tanda tangan itu pasti dibayar. Tidak mungkin tidak dibayar. Itu pasti transfer dari BRI ke nomor rekening teman-teman itu. saya yakin itu tidak menjadi persoalan.” Dirinya sempat menjamin bahwa kelompok masyarakat yang sudah menandatangani maka uang akan masuk rekening, namun hal itu harus menunggu ratusan orang terlebih dahulu dan kemudian pihaknya langsung mentransfer uang 1 kali (Jumat, 28/12/2018)

Sebelum memberi penjelasan kepada media ini Kepala DPKAD asal Kecamatan Aimere itu sempat bertanya kamu siapa, lalu ketika diketahui bahwa yang menelpon adalah wartawan saat itu pula kadis meminta untuk bertemu secara langsung karena menurutnya mengkonfirmasi berita melalui sambungan seluler tidaklah bagus.

Data yang berhasil dihimpun dari media ini terdapat pengakuan seorang anggota DPRD Ngada yang menyebutkan bahwa hanya dirinyalah yang tidak bermain bansos dari 25 anggota DPRD. Yang dulu vokal sekarang hilang, jawab anggota DPRD itu melalui whatsapp.

Merunut peristiwa 6 tahun silam pada Tahun 2013 DPKAD Kabupaten Ngada pernah dihebohkan dengan skandal memalukan korupsi dana bansos 12,9 Milyar yang merugikan negara sebesar 5 Milyar rupiah. Fakta ganjil lainnya pernah terjadi di Dinas PKAD ini pada Tahun 2015 yakni adanya uang daerah senilai 5 Milyar rupiah yang diparkir di sebuah koperasi atas nama oknum tertentu. Di tahun yang sama disusul kejadian kotak brangkas berisi uang di Dinas Keuangan dibobol dan uang sebesar 500 juta raib yang kini masih menjadi misteri.

Bukan hanya itu pasca tertangkapnya Bupati Ngada Marianus Sae awal tahun lalu sempat secara marathon kadis DPKAD ini diperiksa sebagai saksi oleh KPK selanjutnya dihadirkan untuk memberi kesaksian di Pengadilan Tipikor Surabaya atas kasus yang menimpa Bupati kontroversial itu.

Untuk diketahui Wilhelmus Petrus Bate ini menjabat Kepala DPKAD sejak tahun 2011 menggantikan pimpinan sebelumnya yakni Antonius Repu. (TIM/RN)

 

Komentar