oleh

Andre Garu Minta Rakyat Waspada Adu Domba Melalui Konsultan Asing

RADARNTT, Jakarta – Politisi muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Andre Garu meminta rakyat Indonesia waspada terhadap upaya adu domba yang dilakukan konsultan asing dalam Pilpres 2019 kali ini.

Permintaan Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menyusul dugaan adanya konsultan asing yang digunakan pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden dalam pesta demokrasi Pilpres 2019.

“Saya menyarankan rakyat Indonesia agar perlu kita waspada terhadap upaya adu domba yang dilakukan pihak asing khususnya konsultan asing yang diduga dipakai jasanya untuk pemenangan pasangan calon Presiden 2019,” kata Andre kepada wartawan di Jakarta (Rabu 16/01/2019).

Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) partai Hanura ini menjelaskan, upaya adudomba tersebut dapat dilihat dari semakin masifnya penyebaran berita bohong, informasi palsu tanpa didukung data yang akurat, dan berita-berita hoaks lainnya yang dapat mengancam persatuan rakyat Indonesia.

Menurut Andre, pesta demokrasi Pilpres merupakan sarana mencari sosok pemimpin bangsa dan bukan tujuan akhir. Untuk itu proses demokrasi harus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dengan tetap mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan antar warga bangsa.

“Upaya adu domba ini dapat kita lihat dari makin masifnya penyebaran berita bohong, informasi palsu yang tak didukung data yang akurat, dan berita-berita hoaks lainnya yang tentunya dapat mengancam persatuan rakyat Indonesia. Pesta demokrasi Pilpres itukan sarana mencari sosok pemimpin bangsa dan bukan tujuan akhir. Proses demokrasi harus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dengan tetap mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan antar warga bangsa, demi menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” ujar Andre.

Untuk itu Andre Garu yang juga anggota DPD RI ini menyarankan agar siapapun Presiden dan wakil Presiden terpilih pada Pilpres 17 April 2019 mendatang harus kembali memperkuat sistem otonomi daerah (otda) yang telah dirintis Rias Rasid.

Memperkuat sistem otonomi daerah kata Andre merupakan salah satu cara agar bangsa ini semakin kuat sehingga tidak dikuasai Asing. Sebab rakyat masih menagih pada pemerintah untuk menghapus 4000 undang-undang yang menghabat daerah akibat kepentingan asing dan kelompok-kelompok tertentu yang sampe saat ini belum juga dihapus.

“Saya berpesan kepada siapapun Presiden terpilih pada pemilu April nanti harus perkuat otonomi agar kekayaan daerah-daerah di nusantara jangan dicaplok pihak asing lagi atah kelompok tertentu. Apalagi rakyat Indonesia sudah cerdas mana yang sungguh-sungguh dan mana yang bukan,” jelas Andre. (TIM/SET/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan