oleh

Ansy Lema Lolos ke Senayan

RADARNTT, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan menolak seluruh gugatan Partai Gerinda terhadap KPU atas sengketa Pileg 2019 yang berpengaruh terhadap kursi ketujuh di dapil NTT 2 (Timor, Sumba, Rote dan Sabu), kursi kedua PDI Perjuangan yang ditempati Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si atau yang akrab disapa Ansy Lema.

Pria berdarah Ende dan Belu kelahiran Kupang ini mengatakan, Majelis MK dalam amar putusannya Selasa (6/8/2019) menegaskan bahwa gugatan Partai Gerindra tidak dapat diterima karena dalil gugatannya kabur dan tidak jelas (Obscuur Libel).

“Dengan demikian, putusan MK ini menegaskan kembali posisi saya, Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si, sebagai Anggota DPR RI Terpilih dapil NTT 2 Periode 2019-2024”, tulis Ansy Lema, di akun pribadinya, Selasa (6/8/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan, selama ini tidak sekalipun saya menyampaikan komentar, pernyataan publik atau berwacana terkait masalah ini “karena saya menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah berlangsung di MK. Sikap diam saya adalah bentuk penghormatan terhadap independensi dan netralistas MK”, terangnya.

Keputusan MK ini membuktikan bahwa MK telah bekerja profesional dan objektif, sekaligus membantah opini yang berkembang seolah saya melakukan kecurangan dalam proses pemilihan legislatif

“Saya ingin menegaskan bahwa dalam berpolitik, saya menjalankan prinsip “Politik Jalan Lurus” yang mengutamakan politik nilai (political values)”, tegas Ansy Lema.

Di pihak lain, kubu Partai Gerindra menerima putusan MK dan menjadikan ini sebagai bagian dari perjuangan politik dan perjuangan hukum dalam proses memperkuat demokratisasi di Indonesia. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan