oleh

Aplikasi e-rekap Gantikan Situng

RADARNTT, Kupang — Sistem Informasi Perhitungan (Situng) milik KPU yang selama ini menjadi andalan untuk memantau perhitungan suara saat pemilu akan digantikan aplikasi e-rekap pada Pilkada 2020 yang akan datang.

“Situng itu hanya membantu, menginformasikan tapi hasil resminya lewat pleno berjenjang. Kali ini tidak, e-rekap ini menjadi acuan resmi dan menjadi hasil yang diakui nanti,” ujar Komisioner KPU NTT, Lodowyk Fredrik kepada media ini, Senin (2/12/2019).

Untuk 9 kabupaten di provinsi NTT yang akan melaksanakan pilkada serentak tahun 2020, Lodowyk Fredrik mengatakan bahwa fasilitas internet di beberapa sudah ada, cuma ada beberapa daerah atau desa yang mungkin perlu dicek lagi ketersediaannya.

“Targetan kita awal tahun depan e-rekap sudah jadi, sehingga 2020 sudah digunakan, tinggal menunggu regulasi dasar hukumnya yang sementara masih proses,” jelas Lodowyk Fredrik

Saat ini KPU NTT sementara melakukan koordinasi dengan KPU di daerah untuk mengidentifikasi daerah yang belum terfasilitasi internet sebagai keperluan e-rekap nanti.

“Kita sudah koordinasi dengan teman-teman di daerah dan sementara menyiapkan alokasi TPS-nya, letaknya dimana, sehingga akan kita komunikasikan dengan pemerintah setempat untuk dikerjakan terkait ketersediaan fasilitas internet di TPS tersebut,” terang Lodowyk Fredrik.

Aplikasi e-rekap sendiri, jelasnya, akan memudahkan proses pemantauan hasil perhitungan di TPS karena data yang akan ditampilkan adalah data asli rekapan C1 Plano dari TPS.

“Dari TPS itu hasil C1 Plano-nya akan di foto dan hasil foto tersebut langsung dikirim ke aplikasi e-rekap. Jadi hasilnya itu merupakan hasil resmi,” jelasnya.

Berkaitan dengan regulasi hukum e-rekap sendiri, Lodowyk mengatakan untuk sekarang masih menunggu regulasi yang berkaitan dengan itu. Sehingga apabila sudah punya payung hukum, e-rekap ini nanti penggunaannya wajib, bukan lagi sebagai alat bantu.

“Sekarang lagi diupayakan payung hukum disamping itu juga sarana prasarana di lapangan sementara diupayakan untuk terjamin dan tersedianya fasilitas internet,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan, pihaknya telah meminta KPU daerah untuk melakukan pemetaan terhadap TPS-TPS yang memungkinkan menggunakan e-rekap.

“Daerah kita sudah mintakan untuk dilakukan pemetaan terhadap TPS-TPS,” kata Evi, Minggu (1/12/2019) dilansir kompas.com.

Evi mengatakan, pemetaan yang dilakukan meliputi kemampuan koneksi jaringan internet pada lokasi TPS.

Hal ini penting lantaran e-rekap hanya dapat dioperasikan jika koneksi internet berjalan dengan baik.

“Kalau tidak langkah yang berikutnya adalah kerja sama atau koordinasi dengan Kominfo yang ada dan dicarikan solusinya seperti apa,” ujar Evi. (ND/RN)

Komentar