oleh

Badan POM NTT Ingatkan Bahaya Bahan Pangan

RADARNTT, Kupang — Badan Pengawas Obat dan Makanan Nusa Tenggara Timur (BPOM NTT) ingatkan bahaya penambahan bahan pangan yang tidak memiliki izin edar dalam pembuatan makanan.

“Masalah pangan di sekitar kita, biasanya ada dalam bahan tambahan pangan misalkan pewarna makanan. Bahan tambahan pangan harus ada izin edarnya dari Badan POM,” ujar Kepala BPOM NTT, Drs. Sem Lapik, Apt, M.Sc di Aula Ikatan Keluarga Minang Seia Sekato Kupang, Rabu, (11/12/2019).

Bahaya penggunaan tambahan bahan pangan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI-Fraksi Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si, Apt dan Kasubid Inspeksi Pangan Steril Makanan Badan POM Pusat. Dra.Chairun Nissa, Apt.

Sem Lapik memberikan tips konsumsi pangan aman, dimana menurutnya setiap orang punya hak untuk memperoleh pangan aman dan bergizi.

“Ada tiga bahaya pangan yakni pertama bahaya biologi, kedua bahaya kimia dan ketiga bahaya fisik,” jelasnya.

Bahaya biologi, jelasnya, seperti pangan yang mengandung mikroorganisme, kuman, jamur. Lalu bahaya kimia asalnya didalam pangan sendiri misalnya singkong yang mengandung sianida atau bahaya kimia yang sengaja ditambahkan kedalam pangan. Kemudian bahaya fisik misalnya ada serbuk atau rambut.

“Tiga bahaya ini yang harus diperhatikan sehingga apabila tiga bahaya ini sudah diperhatikan maka kita sudah mengkonsumsi pangan yang aman,” ujarnya.

Pada tempat yang sama Kepala Sub Bidang Inspeksi Pangan Steril Makanan Badan POM Pusat, Dra,. Chairun Nissa, Apt mengingatkan konsumen agar dapat mengenali pangan dan makanan yang akan dikonsumsi.

Menurutnya, Konsumen harus bisa mencermati informasi dan label kemasan dan juga memperhatikan petunjuk penyimpanan dan penyajian.

“Kalau produk susu ada petunjuk penyimpanan. Karena susu biasa untuk anak bayi dan apabila terkontaminasi maka bayi bisa sakit,” ujarnya.

Konsumen juga harus memperhatikan informasi alergen bagi yang memiliki alergi terhadap beberapa jenis makanan tertentu.

Selain itu, lanjutnya, hal yang penting diperhatikan adalah ijin edar dan masa kedaluwarsa produk yang akan dikonsumsi.

“Sebelum tanggal kedaluwarsa masih bisa dikonsumsi, H-1 masih bisa di konsumsi. Kalau sesudah tanggal kedaluwarsa produknya tidak bisa terjamin lagi. Perusahaan juga tidak bisa menjamin karena bisa menyebabkan keracunan,” pungkasnya (ND/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan