oleh

Bawaslu Sumba Barat Lantik Panwascam

RADARNTT, Waikabubak- Dalam rangka menjalankan amanat Undang-undang nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Bawaslu Sumba Barat melantik Panwascam se-Kabupaten Sumba Barat untuk mengawasi tahapan Pilkada Sumba Barat tahun 2020.

Acara yang berlangsung di Hotel Mona Lisa. Waikabubak, Minggu (22/12/2019). Dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Sumba Barat Yusti Rambu Karadji, S.Th., yang dihadiri oleh Komisioner KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur Jefrianus A. Galla,SH., Agustinus Tanggurame (Staf Bawaslu Provinsi NTT), Papy B. Njurumana, S.Th (Komisioner Bawaslu Sumba Barat Divisi HPPS), Oktavianus Malo, SH (Komisioner Bawaslu SB Divisi SDM), Alex T. Popo, MM (Komisioner KPU Sumba Barat), Letkol Inf. Eko Wardono (Dandim 1613 Sumba Barat), Iptu Renna (Kapolsek Lamboya), Iptu Mansyur (Kapolsek Wanukaka), Anggota Intelkam Polres Sumba Barat.

Selain itu, hadir unsur tokoh agama: Veronika Adiningsih Dokopati, S.Th (Rohaniawan pendamping agama Kristen Protestan), P. Laurensius Molan Lengari, CSsR (Rohaniawan pendamping Katholik), Ahmad Son (Rohaniawan pendamping agama Islam), Daniel Ginting (pendamping agama Hindu), Abdurahman Hamid (Sekretaris DPC PKS), Y. Arafat (Pengurus Partai PBB), Yaret Rivaldo Katu, ST (Sekretaris DPC Nasdem), Boby Woleka (Pengurus Partai Gerindra) dan para Panwascam se-Kabupaten Sumba Barat.

Sambutan Ketua Bawaslu RI yang dibacakan Ketua Bawaslu Sumba Barat mengatakan bahwa “Proses pembentukan Panwas Kecamatan dilakukan dengan proses desain rekrutmen sebagaimana keputusan Bawaslu serta pedoman pembetukan Panwas Kecamatan. Salah satu dimensi pentingnya untuk dapat menghasilkan SDM yang betul-betul siap untuk mendedikasikan kemampuan dan kapasitasnya untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan”.

Banyak barometer yang digunakan dalam seleksi Panwascam, kata Ketua Bawaslu RI, selain faktor integritas dan kredibilitas, pengetahuan dan wawasan terkait pemilihan dan keterampilan, tuntutan Panwascam juga harus memiliki kemampuan untuk menguasai komputer.

Menurut Ketua Bawaslu, pembentukan Panwas Kecamatan merupakan kewenangan Bawaslu Kabupaten/Kota. Dalam sambutan tertulis Ketua Bawaslu RI, mengharapkan agar Bawaslu Kabupaten/Kota menggunakan kewenangannya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku untuk memilih Panwas Kecamatan yang memenuhi espekstasi sebagaimana mandat peraturan perundang-undangan, tidak saja harapan Bawaslu Provinsi/Kabupaten/Kota, tetapi juga harapan publik dan harapan masyarakat luas.

“Harapannya Pemilihan Umum tahun 2019 yang baru saja dilaksanakan menjadi pengalaman bagi Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota. Pengalaman tersebut menjadi modal sosial dalam mengelola pengawasan tahapan Pilkada serentak di tahun 2020 termasuk mengelola tugas Panwas Kecamatan,” tegas Ketua Bawaslu RI.

Tantangan bagi Bawaslu Kabupaten/Kota dan Panwas Kecamatan dalam mengelola pengawasan tahapan Pilkada serentak tahun 2020 berdasarkan bentangan sejarah Pemilihan Umum tahun 2019, tipologi, aktor politik, relasi-relasi antar aktor politik, potensi konflik, dan lain sebagainya berbeda dalam dua jenis Pemilu tersebut.

“Maka tentu diperlukan kualitas, integritas, dan kredibilitas Panwas Kecamatan yang dapat menyelenggarakan pengawasan di tingkat Kecamatan, sehingga pemilihan dapat berjalan secara demokratis, langsung, umum, bebas, dan rahasia serta jujur dan adil,” tandas Ketua Bawaslu RI.

Ketua Bawaslu juga berpesan, agar Panwas Kecamatan yang sudah dilantik agar mejalankan tugas sebaik mungkin, menjaga nama baik lembaga Bawaslu, dan selalu tunduk terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat Yusti Rambu Karadji, S.Th., juga menyampaikan hal serupa, “Bahwa tensi politik pemilihan Bupati dan Wakil Bupati berbeda dengan pemilihan sebelumnya. Oleh karena itu, jaga solidaritas kita, perkuat regulasi, bangun kerjasama dengan semua pihak, baik TNI-POLRI, tokoh masyarakat, tokoh agama, rekan-rekan partai politik terutama rekan penyelenggara yaitu KPU dan jajaran ke bawah,” Imbuh Yusti.

Lanjut Yusti, menjadi Panwas Kecamatan tidak mudah, tapi ia percaya bahwa Panwascam yang terpilih bukanlah orang yang gampang duduk di lembaga Bawaslu, ketika Tuhan mengijinkan teman-teman menjalankan tugas di lembaga Bawaslu ini, mari kita menjalankan tugas dengan baik dan tunduk pada peraturan perundang-undangan.

Berikut nama -nama Panwascam yang dilantik:

Kecamatan Kota Waikabubak
1. Ketut Putra Adyana
2. Veronika Yuliana Bani Malo
3. Aryanto Umbu Laiya

Kecamatan Laboya Barat
1. Oktavianus Haingu
2. Pieter Daro
3. Petrus Ngongu Paila

Kecamatan Lamboya
1. Yoel Bayo
2. Timotius Tadu Kabba
3. Marten Luter Mati Sappu, SP

Kecamatan Loli
1. Yuliyadi C. L. Taga Lele, S.A.B
2. Yohanis Yonathan Lomi, STP
3. Nuhun Hafid, SE

Kecamatan Tana Righu
1. Asrial Umbu Robaka
2. Dominggus Bora
3. Veronika Nono

Kecamatan Wanukaka
1. Mus Tarapajang
2. Soleman Jowa Rega
3. Leiju Malana

(AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan