oleh

Bejat !! CAL Cabuli Anak Dibawa Umur

RADARNTT, Bajawa – Tindakan Pencabulan anak di bawah umur, antarkan lelaki 41 tahun berinisial CAL harus menuju jeruji besi. Sementara korban pencabulan bernama Bunga (Samaran) usia 14 Tahun dan masih duduk di bangku kelas 1 SMP . Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada. Jumad, 01/ 03/ 2019.

Pelaku berinisial CAL (41) sudah melakukan aksi bejatnya terhadap anak di bawah umur sebanyak tiga kali, sejak bulan  September, Oktober 2018 dan pertengahan Febuari 2019. Pelaku menjalankan aksi bejatnya pada malam hari disaat tidur dan siang hari.

Aksi bejat pelaku CAL diketahui orang tua setelah korban Bunga merasakan sakit pada bagian tubuh korban dan mengeluh ke orang tua. Setelah mendengarkan keluhan tersebut, orang tua caritahu penyebab rasa sakit tersebut. Korban
akhirnya menceritakan kejadian yang di alami.

Pantauan wartawan di Polres Ngada, setelah keluar dari mobil patroli dari wataknya pelaku  tidak ada rasa penyesalan. Bahkan pelaku beberapa kali ketawa ketika di introgasi pihak Kepolisian Polres Ngada sebelum masuk sel dan sempat menawarkan agar dirinya diperkenan untuk buka baju atau tidak.

Pelaku dengan santai dan tanpa beban untuk menjawab pertanyaan wartawan mengenai alamat rumah tempat tinggal di wilayah Desa Radamasa.

Dihadapan Polisi dan Wartawan CAL dengan santai sempat  mengatakan  dia itu (korban) masih keluarga,” saya tidak pegang-pegang dan saya hanya peluk dan cium di keningnya.”ujar CAL.

Dari hasil penyelidikan Kasat Reskrim Polres Ngada, IPTU Anggoro C. Wibowo, S.I.K. melalui jajarannya menerangkan berdasarkan keterangan dari korban Bunga (14) dan saksi serta bukti visum bahwa benar telah terjadi pencabulan terhadap anak di bawah umur dan tersangka juga mengakui perbuatannya bahwa telah melakukan pencabulan terhadap korban Bunga.

Untuk di ketahui, pelaku CAL akan dijerat dgn pasal 76 e, pasal 82 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No  23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah  No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah ditetapkan dengan UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan peraturan Pemerintah pengganti UU RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU.

Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 Tahun dan paling lama 15 Tahun penjara dengan denda paling banyak Rp. 5. 000.000.000,00. ( 5 miliyar rupiah ). FXB/SET/TIM/RN.

Komentar