oleh

Belum Di-BAP Polisi, Yanto Merasa Tidak Bersalah Dan Siap Lapor Balik BPN Mabar

Foto: Koordinator aksi Forum Peduli Tana Ge, Yohanes Erlianto Semaun

RADAR NTT, Labuan Bajo – Koordinator aksi Forum Peduli Tana Ge yang menggelar demo di BPN Manggarai Barat beberapa waktu lalu, Yohanes Erlianto Semaun memberikan tanggapan atas pelaporan dirinya di Polda NTT oleh BPN Manggarai Barat. Dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, pria yang akrab disapa Yanto ini menegaskan bahwa laporan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh salah satu staf BPN Mabar, Caitano Soares terhadap diri saya adalah sebagai berikut:

Menggambarkan kantor BPN Manggarai Barat benar-benar bagian dari sindikat mafia tanah dan perpanjangan tangan dari investor hitam. “Kritik dan tekanan sosial yang seharusnya diterima sebagai sosial kontrol,” ujar Yanto (Sabtu, 18/05/2019).

Bahwa Caitano Soares diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi itu fakta. “Dia (Soares, red) dilaporkan ke Polres Mabar dan pernah di-BAP oleh penyidik Polres Mabar. Saya tetap konsisten mendorong dan membantu pihak berwajib untuk membuka kasus ini dan kasus lain sebagai bentuk tanggungjawab dan partisipasi saya dalam membangun daerah,” ujarnya.

“Dengan saya dilaporkan per tanggal 15 April 2019 oleh Caitano Soares di Polda NTT dan sampai sekarang saya belum dipanggil oleh penyidik semakin menggambarkan bahwa lagi lagi benar bahwa Caitano Soares sebagai sarjana hukum di kantor BPN kabupaten Manggarai Barat yang menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Hukum Pertanahan (Kabid HHP) benar tidak memiliki kecakapan secara hukum, dan secara keilmuan tidak memiliki kapasitas yang cukup,” ujarnya.

Menurut Yanto, seharusnya Soares sadar bahwa laporan pencemaran nama baik adalah delik aduan agar laporan tersebut bisa berjalan. “Seharusnya pelapor wajib menyertakan 2 alat bukti yg cukup. Kewajiban menemukan 2 alat bukti yg cukup dalam laporan polisi/delik aduan adalah kewajiban pelapor bukan kewajiban penyidik. Karena melapor tanpa alat bukti adalah fitnah, ujar Yanto.

Dikatakannya dalam kasus ini laporan polisi yang dimaksud sebagai upaya pengalihan isu dari fakta utama bahwa Soares diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi gratifikasi.

“Dengan saya tidak dipanggil oleh penyidik, saya akan menggunakan hak hukum saya, saya memastikan bahwa saya akan melapor balik yang bersangkutan ke Polres Mabar. Saya tetap mendorong Polres Mabar untuk tetap menuntaskan kasus dugaan penyuapan ini, mendesak Polres segera meningkatkan status dari Caitano Soares dari terlapor/terperiksa untuk segera ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Sementara itu, secara terpisah, Kasatreskrim Polres Mabar Iptu Ridwan sebelumnya pernah menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Selain itu, Polres Mabar juga masih fokus dengan kasus money politik karena dikejar waktu. “Kita masih mendalami. Kita juga masih fokus dengan kasus money politik,” ujar Kasatreskrim beberapa Saat lalu di Polres Mabar. (RIO/SET/R-N)

Komentar