oleh

Beri Binna Dukung Pemprov NTT Bangun Pabrik Pengolahan Limbah B3

RADARNTT, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai membangun pabrik pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di daerah itu pada tahun 2020, untuk mencegah pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kita mendukung dan mendorong agar lebih cepat dilaksanakan rencana pembangunan pabrik pengolahan limbah B3, karena kita ketahui di Kota Kupang hanya satu rumah sakit yang memiliki pengolahan limbah meskipun kapasitas kecil”, tegas Gabriel Beri Binna, dalam Rapat Banggar DPRD Provinsi NTT, Sabtu, (20/7/2019).

Sekretaris DPD Provinsi NTT Partai Gerindra ini menegaskan bahwa daerah itu sangat membutuhkan pengolahan limbah B3, karena rumah sakit di Kota Kupang misalnya baru satu yakni Sint Carolus Boromeus yang memiliki unit pengolahan limbah B3 meskipun kapasitas kecil.

Gabriel Beri Binna menambahkan, perlu membangun unit pengolahan limbah B3 di Kota Kupang, Atambua, Flores dan Sumba. “Kita butuhkan dibangun pabrik pengolahan limbah B3 di Kota Kupang, Atambua, Maumere atau Ende dan Sumba”, tegasnya.

Sebelumnya dilansir mediaindonesia, ada tiga pulau yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan pabrik tersebut, yakni Timor, Sumba, dan Flores.

Selain itu, akan dibangun juga unit pelaksana teknis pengelolaan sampah di setiap daerah kabupaten dan kota di NTT.

“Kita juga membangun unit pelaksana teknis pengelolaan sampah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT Ferdinan Kapitan saat menyampaikan materi tentang penanganan sampah pada pertemuan Bakohumas di Kupang, Selasa (26/3/2019) silam.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai instansi provinsi dan kabupaten membahas penanganan sampah termasuk limbah B3. Bahkan, penanganan sampah yang tidak profesional menjadikan sejumlah kota di NTT tercatat sebagai kota terkotor di Indonesia seperti Kupang, Ruteng, dan Labuan Bajo.

Untuk pengelohan limbah B3 di Kota Kupang terutama limbah rumah sakit, lanjut Ferdinan, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan Pabrik Semen Kupang.

“Limbah B3 harus dibakar dalam suhu antara 1.000-2.000 derajat,” ujarnya.

Namun, rencana pembakaran limbah B3 di pabrik semen masih menunggu diskresi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Terkait pengelolaan sampah, saat ini Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2018 yang akan dijadikan pedoman kabupaten dan kota dalam menyusun Peraturan Daerah (Perda) Sampah, kebijakan dan strategi pengelolaan sampah, dan ketentuan lain yang berkaitan dengan pengelolaan sampah.

“Komitmen pemerintah ialah mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat di semua kota dan destinasi wisata, dan mengoptimalkan target pengurangan sampah 30% dan penanganan 70% pada 2025,” pungkasnya. (TIM/RN)

Komentar