oleh

BNN Berhasil Ungkap Dua Kasus Narkotika di Sikka

-Hukrim, News-397 views

RADARNTT, Kupang – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membeberkan hasil penanganan dua kasus peredaran narkotika di kabupaten Sikka, sudah memasuki tahap pelimpahan ke kejaksaan untuk dibawa ke pengadilan dan disidangkan.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Pemberantasan BNN NTT Komisaris Polisi Donny Bramanto, SIK, didampingi Kabid P2M Hendrik Rohi, SH dan Kabag Umum Anwar Gemar S.Sos kepada media di Aula Kantor BNN NTT, pada Kamis (19/9/2019).

Dalam penjelasannya, Donny mengungkapkan bahwa dari lima kasus yang ditangani BNN NTT, pada awal tahun 2019 dua kasus telah berhasil diungkap. “Saat ini, kedua kasus tersebut telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk dibawa ke pengadilan dan disidangkan,” ungkapnya.

Kronologi pengungkapan kasus tersebut, jelas Donny, berawal dari laporan masyarakat yang curiga terhadap kebiasaan nongkrong aneh dari oknum pelaku di kos-kosan di wilayah Kampung Garam, Jalan Diponegoro Maumere, Kabupaten Sikka. “Kita langsung tanggapi laporan dengan melakukan pemantauan sejak awal tahun 2019,” jelasnya

Dari hasil pemantauan, lanjut Donny, tim intelijen BNN NTT kemudian melakukan penggerebekan dan menemukan adanya transaksi narkoba serta menangkap dua tersangka berinisial I alias A dan seorang lain juga yang berinisial I yang berprofesi sebagai pedagang.

“Kita langsung menangkap dua warga yang memiliki dan mengkomsumsi narkoba jenis sabu-sabu yakni berinisial I alias A dan seorang lain juga yang berinisial I,” jelasnya

Donny mengatakan, hasil penggerebekan tim BNN NTT mendapatkan barang bukti berupa dua paket sabu-sabu seberat 0,1414 gram dan 0,4804 gram. Selain itu juga di TKP ditemukan pemantik, 1 bungkus rokok LA yang berisi 7 batang rokok, dan sabu sisa pakai.

“Bersama barang bukti, kedua tersangka tersebut lalu kita bawa ke Kupang untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya

Donny menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan BNN NTT, menunjukkan bahwa kedua tersangka mendapatkan sabu dari pedagang sabu berinisial L asal Makassar, provinsi Sulawesi Selatan.

“Keduanya mendapatkan sabu dari L yang saat ini sudah melarikan diri dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujarnya

Atas kepemilikan dan penggunaan narkotika tersebut, kedua tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf A Undang- Undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Kedua tersangka terancam pidana penjara lebih dari lima tahun. (ND/RN)

Komentar