oleh

BNNP NTT Ungkap Lima Kasus Peredaran Narkotika

RADARNTT, Kupang — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tahun 2019 berhasil memenuhi target yang diberikan oleh BNN pusat dalam bidang pemberantasan narkotika.

Hal ini disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) bidang pemberantasan BNNP NTT, Yully Beribe, didampingi Kasie Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNN Provinsi NTT, Dokter Daulat A. Samosir, Kabid Rehabilitasi BNNP NTT, Stef Joni Didok, SH dan Penyidik BNN Provinsi NTT, Bripka Yance Tedens kepada media, Kamis, 14/11/2019.

Menurutnya BNNP NTT  melalui bidang pemberantasan sudah memenuhi 5 target yang terjadi di Kabupaten Sikka, ( 2 orang tersangka)Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ( 2 orang tersangka)  dan di Surabaya ( 1 orang tersangka ) pada Juni 2019.

“BNNP NTT melalui bidang pemberantasan terhitung 21 September 2019 telah berhasil memenuhi target mengungkapkan jaringan peredaran gelap narkotika di Wilayah Provinsi NTT yang diberikan oleh BNN RI,”  tegasnya.

Menurut Yuliana, Pengungkapan yang sangat luar biasa dilakukan BNN Provinsi NTT terjadi di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada Juni 2019. Dimana BNN berhasil mengungkap tiga tersangka peredaran gelap narkoba jenis shabu.

Tersangka TAT merupakan , seorang sopir bus berasal dari Aimere Kabupaten Ngada. Tetapi sesuai KTP beralamat di Jalan A Yani Kelurahan Tetandara, Kota Ende.  Tersangka MT alias M, juga seorang sopir bus berasal dari Welamosa, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende. Sementara tersangka SL adalah seorang ibu rumah tangga asal Banjar, Kecamatan Perak Timur, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Dalam penyidikan terhadap ketiga tersangka ini, kata Yully,  penyidik BNN Provinsi NTT berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu (1) paket narkotika jenis Methamfetamin atau Shabu dengan berat Netto 0,0078 gr sesuai hasil uji laboratorium, satu (1) bungkus rokok Sampoerna Mild putih, tiga (3) batang pipet kaca atau pirex, satu (1) jaket dengan motof bergaris cokelat-hitam, satu (1) buah handphone (HP) merk Nokia type 150 warna hitam dan satu (1) handphone (HP) Oppo F1 One.

Atas perbuatan yang dilakukan, tersangka MT dijerat dengan pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1, dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka TAT dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1, UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan tersangka SL dijerat dengan pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Berkas ketiga tersangka kasus peredaran gelap narkotika ini, tambah  Yully, telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Labuan Bajo.

“Kasusnya  telah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo. Pada persidangan yang digelar Tanggal , 2 November 2019, Majelis Hakim PN Labuan Bajo menjatuhkan vonis lima (5) tahun penjara bagi tersangka/terdakwa TAT, enam (6) tahun penjara bagi tersangka/terdakwa MT dan hukuman 7 tahun penjara bagi tersangka/terdakwa SL,” tegas Yully.(ND/RN)

Komentar