oleh

Cegah Virus Rabies Dinkes Matim Sosialisasi VAR

RADARNTT, Borong – Perangi virus gigitan anjing rabies, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), melalui UPTD Puskesmas Weleng, melakukan sosialisasi Vaksin Anjing Rabies (VAR) sebagai upaya pencegahan. Kegiatan berlangsung di Gendang Muwur Desa Golo Munga Kecamatan Lamba Leda, Jumat (30/8/2019).

Kepala UPTD Puskesmas Weleng, Andreas Sango Ate dalam laporan singkatnya mengatakan sejak bulan Januari sampai Agustus 2019, jumlah gigitan Anjing yang terjadi di Desa Golo Munga, ada korban 7 orang dan semuanya ditangani sesuai prosedur tetap atau standar operasional pelayanan yang ada.

Dia menyampaikan bahwa kegiatan selama satu tahun berjalan seperti biasanya pelayanan rutin di Posyandu dan Poskesdes seperti Poskesdes Golo Pau yang dilakukan Bidan Desa dan Perawat.

“Dari kasus gigitan yang ada sesuai yang ditangani tenaga medis Puskesmas Weleng, disampaikan bahwa tidak ada korban meninggal”, terang Sango Ate.

Anggota Tim sosialisasi juga selaku penyelidik virus rabies sebanyak 3 orang, yaitu Ima Kelen, Viana dan Arkadius Bangkur mewakili Dinkes Kabupaten Matim.

Dalam penyajian materi sosialisasi tim menyampaikan bahwa Vaksin Anjing Rabies atau VAR merupakan upaya pencegahan untuk menekan perkembangan virus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) yang terjadi di tengah masyarakat. Sebab mengingat kebiasaan masyarakat pada umumnya, sudah menjadi tradisi ada pelihara anjing atau hewan lainnya, seperti Kucing dan Kera.

Ima Kelen menyebutkan ada 4 jenis hewan yang mengandung rabies yaitu Anjing, Kera, Kucing dan Kelelawar. “Hasil uji sampel dari 4 jenis HPR, terdapat 90 persen mengandung penyakit rabies, sedangkan 20 persen virus rabies berasal dari anjing”, kata Ima Kelen.

Dia mengatakan tahun ini jumlah korban gigitan HPR di Manggarai Timur yang dilaporkan sebanyak 358 orang, namun ada juga kasus yang tidak dilaporkan seperti yang terjadi di kampung pedalaman.

Tim sosialisasi menjelaskan langkah penanganan korban digigit HPR, yaitu lukanya dicuci memakai sabun detergen, sabun rinso atau ekstra aktif dan jangan memakai sabun mandi. Selanjutnya, untuk mengetahui apakah hewan tersebut memiliki virus rabies, jangan diekskusi tetapi diikat karena ketika hewan anjing yang mengandung virus rabies dalam jangka waktu 1 atau 2 minggu anjing itu pasti mati.

“Sedangkan ciri ciri hewan anjing rabies adalah takut cahaya, selalu sembunyi dalam kolong meja atau kursi dan ekornya terlipat di sela paha”, jelas ketiga Narasumber Dinkes itu.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi, Pjs. Kepala Desa Romanus Samar, Laurensius Rato selaku Tu’a Teno Muwur, mantan Kades Golo Munga, Ketua BPD, Tokoh Masyarakat dan puluhan warga masyarakat.

Dalam 10 tahun terakhir sejak tahun 2009 hingga 2019 ada 2.401 kasus akibat gigitan hewan penular rabies, terjadi di Kabupaten Manggarai Timur. Dari jumlah itu ada 13 orang telah meninggal dunia usai terkena gigitan. (RJ/RN)

 

 

Ket. Foto ka-ki: UPTD Weleng kiri dan Dinkes Matim Kanan

Komentar