oleh

Dana Desa Wawowae Bocor, PMKRI Ngada Desak Polisi Usut Tuntas

Foto: Senobius Mbasu Ketua Presidium PMKRI Cabang Ngada 

RADARNTT, Bajawa – Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ngada meminta pihak Polres Ngada untuk secepatnya menuntaskan kasus dugaan penyelewengan Dana Desa yang telah menjadi temuan resmi (hasil audit) Inspektorat Kabupaten Ngada senilai 400 Juta lebih. Hal ini bertujuan agar adanya kejelasan status hukum sehingga tidak menimbulkan keresahan dan perbincangan minor pada masyarakat.

Senobius Mbasu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Ngada secara tegas menyatakan, meminta pihak Polres Ngada segera mengusut tuntas kasus indikasi dugaan korupsi dan segera memberikan kepastian dan status hukum yang jelas kepada para pelakunya.

“Kami juga pertanyakan atas lambatnya proses penyelidikan kasus ini, jadi kami minta polisi dan DPRD untuk mengusut tuntas, bilamana hal tersebut tidak direspon dan tidak dilanjuti maka dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi demo,” tegas Mbasu Saat dikonfirmasi media ini via seluler (Jumat, 23/08/2019).

“Kami tidak ingin masyarakat menjadi resah karena kasus ini, untuk itu sekali lagi kami harap Polres Ngada secepatnya menuntaskan dan memproses para pelakunya,” tandas Ketua PMKRI cabang Ngada.

Sementara itu Kanit Tipikor Ngada Ipda. Anselmus Leza ketika dihubungi media ini via whatsapp mempersilahkan wartawan konfirmasi langsung ke Kapolres Ngada. Hingga berita ini ditayangkan awak media masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait (Polres Ngada – Red) terkait persoalan dugaan korupsi yang meresahkan masyarakat Ngada.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya Petrus Kanis Betu mantan Bendahara Desa Wawowae Tahun 2015 hingga 2017 menyatakan bersedia bertanggung jawab atas kerugian keuangan negara/ Daerah/Desa Wawowae sebesar 402.732.619,- Juta Rupiah yaitu atas pengelolaan keuangan Desa Wawowae T.A 2016 sampai T.A 2017.

“Temuan itu terdiri penyalahgunaan keuangan ADD sebesar 15.181.349,- Juta Rupiah,  Penyalahgunaan keuangan Pajak ADD : 11.254.321,- Juta Rupiah, Penyalahgunaan keuangan Dana Desa : 236.253.768,- Juta Rupiah, Penyalagunaan keuangan pajak Dana Desa : 128.091.181,- Juta Rupiah, Penyalahgunaan keuangan Raskin/Pades : 11.952.000,- Juta Rupiah, secara keseluruhan anggaran Desa Wawowae yang bocor mencapai: 402.732.619,- Juta Rupiah.”

Ditemui wartawan diruangan kerjanya (Senin, 19/08/2019) Kepala Inspektorat Kabupaten Ngada Drs. Paulus Gono mengakui, “Itu semua atas pengaduan masyarakat ke pihak inspektorat dan juga lembaga lain seperti Polres dan DPRD Kabupaten Ngada. Jadi kami sudah menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan.”

“Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan reguler. Hasil pemeriksaan terbit sejumlah rekomendasi, kami sampaikan ke Pemerintah Desa Wawowae untuk ditindaklanjuti. Berdasarkan hasil rekomendasi, ada yang sifatnya administrasi, ada kerugian negara, dan ada kewajiban setor dengan tenggang waktu 60 hari.”

Kemudian dikatakan Paulus Gono, “Selama 60 (enam puluh) hari pelaku yang telah merugikan negara dan tidak menanggapi dengan serius.”

“Beberapa waktu kemudian, masyarakat telah mengadu ke Polres, sehingga dari pihak Polres Ngada menindaklanjuti kasus mereka dengan meminta hasil pemeriksaan dari kami pihak Inspektorat. Sedangkan posisi saksi dari pihak Inspektorat selaku pemeriksa sudah dipanggil pihak Polres Ngada,” ungkap Kepala Inspektorat Kabupaten Ngada. (FX/SET/R-N)

Komentar