oleh

Dialog Akhir Tahun Liga Mahasiswa Nasdem Soroti Tiga Masalah Penting

RADARNTT, Kupang – Liga Mahasiswa NasDem Komite Wilayah NTT menggelar Dialog Akhir Tahun dengan tema : “Kaleidoskop Akhir Tahun NTT 2019, Sub Tema ; Meneropong Masalah Kenaikan BPJS, Gender dan Human Tracffking di NTT sepanjang 2019”. Kegiatan ini digelar di Aula DPW Partai NasDem NTT pada Sabtu, (22/12/2019).

Kegiatan ini mengundang narasumber dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat NTT (IAKMI), LSM Institut Hak Asasi Perempuan (IHAP) dan dari Jaringan Relawan Untuk Kemanusiaan Kupang (JRUK Kupang).

Ardianus Atok, selaku Koordinator Kegiatan menyampaikan dalam sambutannya. “Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka pelantikan anggota baru yang telah mengikuti proses pendidikan pratama selama 3 hari ini. Kami mendapatkan arahan dari pengurus untuk melakukan kegiatan ini guna bersama melihat 3 aspek yang menjadi faktor dominan masalah baik yang ada di daerah NTT sendiri dan juga secara isu nasional, kegiatan ini juga kami mengundang para mahasiswa yang berada di Kota Kupang untuk bersama berdialog mengenai masalah kenaikan Iuran BPJS, Gender dan juga Perdagangan Orang di NTT,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Liga Mahasiswa NasDem NTT, Yoan Niron kepada media mengungkapkan, “Kegiatan ini merupakan rutinitas progam kerja pengurus. NasDem sebagai partai gagasan tentunya lewat liga mahasiswa Nasdem kami ingin selalu memberikan pikiran-pikiran segar kepada partai guna menyuplai pandangan yang dianggap perlu dibawa ke ruang yang lebih praktis seperti ruang legislatif. Dialog kali ini juga terasa spesial karena kami mendapatkan kado natal dan tahun baru dengan mendapatkan penambahan anggota baru yang dilantik pada hari ini,” ungkapnya bersemangat.

Lebih lanjut, Yoan menyampaikan bahwa
kegiatan ini kami menyoroti 3 aspek yang selama tahun 2019 ini menjadi kendala yang belum pernah dibahas oleh liga mahasiswa Nasdem NTT. Masalah kenaikan Iuran tentunya teramat sulit diterima namun untuk mengatasi defisit BPJS, kami sepakat namun kami meminta DPR RI dan pihak terkait lainnya untuk bisa memberikan evaluasi kepada kinerja BPJS yang dianggap masih belum memberikan pelayanan publik yang tepat terutama pada sistem claim Rumah Sakit ke BPJS. Kami menduga salah satu unsur defisit disebabkan oleh sistem claim RS ada yang kurang beres sehingga terjadi defisit.

Mengenai gender, kata Yoan,  tentunya kalau dilihat berdasarkan data sektor politik, pendidikan dan kesehatan masih minim kesetaraan gender dan persoalan kekerasan lainnya yang biasanya terjadi terkhususnya di NTT.

“Kami meminta DPRD dan Pemerintah serius mengurusi pemberdayaan di sektor wanita terutama di pedesaan. Kalau bisa ada Perda juga soal Kesehatan Reproduksi untuk bisa menekan angka kekerasan seksual bagi anak-anak. Mengenai Human Tracffking, kami menginginkan adanya suatu kerja sama yang komprehensif yang dibangun pemerintah provinsi dan daerah bersama dengan jejaring relawan dan pegiat kemanusiaan untuk bisa bersinergi bersama,” tegas Yoan Niron.

Untuk tahun ini, kata dia, sajian data JRUK Kupang sudah ada 90 lebih jenazah yang dipulangkan sepanjang 2019 ini, tentunya pasti akan lebih banyak lagi kedepannya oleh karena itu pemerintah musti serius menggenjot sektor ekonomi masyarakat. “Faktor kemiskinan dan lemahnya tingkat pendidikan menjadi faktor utama HT (Human Tracffking) selama ini,” tegas Alumnus FKM Undana. (Dfs/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan