oleh

Dibalik Konflik Batas Ngada dan Matim, Warga Terancam Kelaparan

RADARNTT, Bajawa – Dibalik konflik perbatasan antara Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur (Matim), yang sudah diselesaikan Pemerintah masih menyimpan masalah ikutan yaitu warga di perbatasan terancam kelaparan.

Masyarakat yang hidup di wilayah perbatasan tepatnya di Maratauk, Desa Sambinasi Raya, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada terancam kelaparan jika musim tanam kali ini tidak dimanfaatkan untuk bertanam.

Kasan Abas yang mewakili masyarakat adat Bar khususnya Samabinasi Raya yang berada di perbatasan menyampaikan keluhan atau penderitaan yang dialami warga di wilayah konflik selama dua minggu lebih.

“Kami ini hidup tidak aman khususnya di wilayah Marutauk. Kami tidak bisa beraktifitas ke kebun atau ke sawah. Karena kebun dan sawah berada di Bensur di titik lima perbatasan,” ungkap Kasan Abas, Minggu, (15/12/2019).

“Tapi sekarang dikuasai dan ditempati oleh masyarakat Manggarai raya. Disitulah kami merasa tidak nyaman,” tambahnya.

Ia meminta pihak berwajib TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Ngada dan Provinsi NTT bahkan Pusat supaya bisa segera mengatasi persoalan ini dalam waktu yang secepatnya.

“Karena kami mengingat musim tanam yang sudah di depan mata. Apapun yang akan terjadi kami harus turun tanam. Dan jika tidak turun tanam kami mau makan apa,” tegas Abas. (FX/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan