oleh

Diduga Honorarium Tim Penyusun Soal USBN Sedang Dipinjam ‘Pejabat Penting’

RADARNTT, Kupang – Rumor tak sedap di Dinas Pendidikan Kota Kupang, terkait honorium dan uang transport yang diributkan beberapa guru penyusun soal USBN tahun lalu kembali menggelinding. Sejumlah guru kepada wartawan mengaku belum menerima honor dan uang transport dari tahun lalu. Mawar, sebut saja demikian, guru salah satu SMP Negeri Kota Kupang ini dengan tegas menyatakan, ia bersama sejumlah rekan guru belum sepeserpun menerima uang itu. Hal senada juga disampaikan salah seorang pengurus MGMP yang ikut prihatin dengan kondisi ini. Bayangkan dari tahun lalu lho pak? katanya. (Selasa,14/05/2019)

Menanggapi hal ini Plh. Kadis Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang Drs. Dumul Djami, M.Si yang juga menjabat sekretaris dinas menerangkan, “Saya dilantik pada Tanggal 13 Februari 2019 Bulan Februari, hari kedua masuk kantor saya mendapat informasi dari sejumlah guru bahwa ada masalah honor penyusunan soal USBN 2018 mereka belum terima.

Saya sempat berdiskusi dengan beberapa kawan termasuk Koordinator Pengawas Pak Okto Neitboho yang tahu masalahnya, lalu kita simpulkan mis-informasi antara guru guru ini bisa kita selesaikan, maka sebaiknya kita buat forum rapat dengan kawan kawan guru yang terlibat penyusunan soal maupun guru yang namanya ada dalam rencana pembayaran honor itu. Mis-informasi ini, kawan kawan guru yang terlibat dalam penyusunan soak USBN merasa keberatan karena mengapa mereka yang melakukan pekerjaan penyusunan soal tetapi ketika akan dibayar honornya itu, sejumlah guru yang tidak terlibat dalam penyusunan soal masuk juga dalam daftar pembayaran. Maka awalnya mereka tidak mau terima dan mereka kembalikan saja.

Dumul menambahkan, Dalam rapat bersama kawan kawan guru terungkap hal seperti ini, yang hadir dalam rapat itu saya sebagai sekretaris dinas, Pak Mage sebagai penanggungjawab program penyusunan soal USBN saat itu, kemudian Korwas, Ketua MKKS, dan guru guru yang terlibat dalam penyusunan soal maupun guru guru yang nama namanya tertera dalam daftar pembayaran. Pada saat itu kita menjelaskan, prosedur keuangan didinas harus kita ikuti dan dinas merencanakan sejumlah orang, karena inikan program lanjutan. Berdasarkan pemberian pemahaman kawan kawan, sebutan dalam DPA sekian orang harus kita bayarkan, kalau tidak secara prosedur keuangan itu salah. Diskusi itu cukup panjang, tim penyusun soal yang awalnya tidak berkenan untuk yang tidak bekerja itu turut mendapatkan pada akhirnya setuju untuk sama sama mendapatkan honor yang sama. Namun kita pertanyakan uangnya apa masih ada? kata Pak Mage masih ada dan siap dibayarkan tetapi sampai saat ini belum dibayarkan. Menyangkut masalah belum dibayarkan ini sebaiknya kawan kawan wartawan menanyakan langsung di Pak Kabid Robby Ndun supaya tidak salah informasi. Mungkin bisa ditanyakan pula tentang kapan seharusnya bisa dieksekusi kita tahu bahwa sudah diserahkan (Kabid Dikdas – red) dan kalau uang itu memang ada maka tidak ada masalah diberikan.”

Sementara itu Robby Ndun Kepala Bidang Pendidikan Dasar saat dikonfirmasi via seluler (14/05/2019) sedang dalam perjalanan dinas menuju Makassar. Dirinya mengaku, honor dan uang transport memang belum terbayar karena guru guru belum kompak. “Kita masih tahan dananya dan rencananya nanti akan satukan dengan pembayaran dengan yang tahun ini punya dan dibayarkan secara bersamaan. Ia juga mengakui pada Bulan Maret ada rapat membahas masalah ini tetapi guru guru itu tidak hadir, jadi tetap dibayar tetapi melalui MGMP. Perwakilan MGMP sudah menghubungi saya jadi nanti akan dibayarkan bersamaan dengan honor penyusunan soal tahun ini. Kami akan bayarkan beberapa minggu kedepan, teman teman ini keliatannya kok mau cepat cepat, saat mau dibagi bentrok dan antar mereka tidak betul. Tetapi kita amankan, nanti saya kembali dan saya minta percepat untuk dibayarkan,” jelasnya.

Kontroversi belum terbayarnya honorium dan uang transport berbuah kayak kusuk, setelah adanya sumber kuat dari internal Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang yang memberi bocoran bahwa honor dan uang transport sebesar 30 Juta sedang dipinjam seorang pejabat penting sebesar 30 juta dari total 32 Juta untuk honor untuk tahun lalu.

Kemudian sumber itu mengatakan, “Makanya guru guru penyusun soal USBN untuk tahun lalu belum bisa dibayar karena uangnya sudah tidak ada karena sedang dipinjam pejabat penting.

Untuk diketahui berdasarkan pengakuan seorang guru, uang transport dan honor yang diterima sebagai tim penyusun sebesar 285 ribu rupiah dan bila masuk sebagai tim analisis maka hanya menerima sebesar 235 ribu rupiah. Adapun kegiatan penyusunan soal USBN waktu itu berlangsung 4 hari pada Bulan April 2018 (TIM/RN).

Komentar