oleh

Diduga Selewengkan DD Dan ADD, 185 Warga dan 6 Tokoh Maneleo Resmi Tolak Kades Semuel Zakharias

Foto: Soleman Tandu II Wakil Ketua BPD Desa Sakubatun.

RADARNTT, Ba’a – Program Presiden Jokowi untuk menggenjot ekonomi rakyat dari pedesaan melalui Dana Desa (DD) rupanya belum dimaknai sepenuhnya oleh penjabat sementara (Pjs) Desa Sakubatun Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Semuel Zacharias yang diduga kuat dikelola secara sepihak bersama Istrinya.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa Sakubatun, Soleman Tandu (II), ketika dikonfirmasi pada Senin (09/09/2019) Pukul 17:15 Wita Dikediamannya.

Dijelaskan Tandu, soal pengelolaan DD dan ADD sejak tahun anggaran 2018-2019 tidak pernah melibatkan pihaknya selaku Wakil Ketua BPD Desa Sakubatun, selain itu pula terhadap pelaksanaan kegiatan fisik maupun non fisik tidak pernah dirapatkan bersama masyarakat melalui musyawarah desa baik masyarakat dan BPD namun herannya pelaksanaan dikelola secara sepihak oleh sang kades, Semuel Zakharias bersama Istrinya.

Ketidakterlibatan pihak BPD baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan. Dan celakanya APBDES dan RAB Desa Sakubatun tidak pernah diterima meski sudah berulang kali diminta.

Menurut Soleman Tandu, tidak adanya transparasi dalam mengelola anggaran desa maka timbul dugaan penyalahgunaan anggaran desa baik Dana Desa dan Alokasi Dana Desa di Desa Sakubatun, timbul pula sejumpah pertanyaan bagaimana seorang kepala desa bisa kelola dan belanja sendiri material pekerjaan fisik dan non fisik di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tanpa harus melibatkan Tim Pelaksana Pengelola Keuangan Desa (TPPKD). Mirisnya, diduga kuat seluruh Dana Desa dimasukan ke rekening pribadi Semuel Zakharias dan bilamana dibutuhkan untuk kebutuhan desa baru pihaknya ke bank untuk mencairkan dari rekeningnya.

“Sudah 2 tahun ini Semuel Zakharias kelola sendiri itu Dana Desa dan ADD, untuk pekerjaan fisik saja dia pergi belanja di Kupang tanpa melibatkan pihak Kaur dan Kasi yang sudah terbentuk dalam TPPKD Desa Sakubatun. Bukan itu saja dugaan bahwa uang dana DD dan ADD sonde (tidak-red) ada di khas rekening Desa Sakubatun namun dimasukan ke nomer rekening pribadi Semuel Zakharias dan saat butuh baru ia pergi tarik,” ujar Tandu.

Jelas Wakil Ketua BPD, Soleman Tandu, Warga Dusun Sakubatun, sebanyak 185 warga masyarakat Desa Sakubatun, Kecamatan Rote Barat Daya yang melakukan penjaringan nama dan tanda tangan serta cap jempol dan surat penolakan Pjs. Semuel Zakharias telah diterima tembusannya di Kantor Kecamatan Rote Barat Daya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Rote Ndao serta Bupati Rote Ndao sebagai maksud melakukan penolakan secara keras terhadap Penjabat Kepala Desa Sakubatun, Semuel Zakharias yang diduga mengelola anggaran miliaran rupiah secara sepihak.

Diakui Tandu bahwa ada 3 hal mendasar yang menjadi rujukan masyarakat Desa Sakubatun dalam penolakan Pjs. Desa Sakubatun yakni, tidak transparan dalam mengelola keuangan desa, Semuel Zakharias telah mencoreng nama baik Desa Sakubatun di media sosial dan sementara dalam proses hukum di Kejaksaan Negeri Rote Ndao, serta akan berakhirnya masa bakti Pjs Kepala Desa Sakubatun pada akhir September 2019.

Secara terpisah, Julius Ndun Sekretaris BPD Desa Sakubatun, ketika dikonfirmasi pihaknya juga mengatakan bahwa pihaknya sudah dipanggil oleh Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Rote Ndao, terkait dugaan penyalahgunaan keuangan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2018-2019.

Selain itu dikatakan Julius soal ketidak keterbukaan Semuel Zakharias Pjs, Desa Sakubatun, Kecamatan Rote Barat Daya sangat meresahkan masyarakat Desa Sakubatun dan lebih parahnya semua dana pemberdayaan dikelola sendiri oleh Istri Pjs. Sakubatun tanpa melibatkan warga.

Pantauan wartawan, pada surat berita acara Penjaringan Aspirasi Masyarakat Dalam Rangka Pergantian Penjabat Kepala Desa Sakubatun periode 2019-2020 turut ditandatangani oleh 185 Warga Desa Sakubatun dan 6 tokoh adat Manaleo terdiri, Yusuf Manafe, Manaleo Kanaketu, Manaleo Hermanus Henuk, Manaleo Zet Adu, Manaleo Frans Langga, Manaleo Soleman Tandu I. (TONY/SET/R-N)

Komentar