oleh

Diduga Telah Terjadi ‘Jual Beli’ Pulau di Kawasan Wisata Mulut Seribu

RADARNTT, Ba’a – Sudah bukan rahasia lagi bahwa transaksi jual beli kawasan di daerah pariwisata memang semakin marak terjadi, namun menariknya bahwa transaksi dibawah tangan ini melibatkan sejumlah oknum yang mengaku menguasai pulau tersebut maupun yang turut membantu dan mendukung kelancaran transaksi jual beli pulau tersebut.

Penelusuran wartawan tertuju pada seseorang yang diduga sebagai pembeli atas nama Marten R.A.H. Ndolu, S.Pd berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris pada salah satu SMA Negeri di Kabupaten Rote Ndao, Rabu, (10/7/2019).

Ditemui dikediamannya, Marten R.A.H Ndolu kepada wartawan mengungkapkan, “Sejumlah hal terkait jual beli Pulau Lemaina di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao – Provinsi NTT yang mana terjadi transaksi jual beli atas Pulau Lemaina tersebut dan mirisnya pulau tersebut di klaim milik seseorang yang bernama Carles Matara yang berdomisili di Desa Daiama.

Lebih lanjut dijelaskan Marten R.A.H Ndolu, bahwa Pulau Lemaina berukuran 50.300 m2 (5 hektar) tersebut masih berada dikawasan Daerah Wisata Mulut seribu dan berjarak kurang lebih 30 kilo meter dari kota Ba’a ibukota Kabupaten Rote Ndao.

Sementara itu Carles Matara ketika dihubungi wartawan via selular mengatakan, “Pulau tersebut memang benar ia telah menjualnya kepada saudara Marthen R.A.H Ndolu namun transaksinya bukan jual beli tetapi menyewa sebagai peralihan Hak Guna usaha (HGU) dari dirinya kepada saudara Marten R.A.H Ndolu, dengan jumlah uang 300 juta rupiah tercantum dalam surat pernyataan penyerahan hak tertanggal 21 Maret 2019.”

Namun menurutnya atas kesepakatan bersama dengan alasan pengurusan lanjutan Hak Guna Usaha kepemilikan pulau tersebut dari dirinya kepada Marten R.A.H Ndolu,S.pd maka jumlah uang yang tercantum dalam dokumen kesepakatan tersebut walaupun tercantum 300 juta rupiah tapi dirinya cuma menerima 200 juta rupiah, sedangkan 100 juta rupiah diserahkan kembali ke Marthen R.A.H Ndolu sebagai pembeli guna memperlancar kepengurusan tersebut ke Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao.

“Memang benar pak dan waktu dia datang ke saya, dia bilang mau membangun diatas, tapi saya bilang itu pulau bukan saya punya pulau, saya hanya mengelola di atas karena ada piara sejumlah kambing diatas pulau tersebut, namun dia (red-MN) bilang okey nanti saya yang berurusan dengan pemerintah daerah,” ungkap Matara.

Hingga berita ini ditayangkan Camat Landu Leko Jostaf Faah, SH dan Pemda Rote Ndao belum berhasil dikonfirmasi. (TIM/SET/R-N)

Komentar