oleh

Difa SS Solusi Stabilisasi Tanah

RADARNTT, Kupang – Solusi stabilisasi tanah menjadi pilihan aplikasi pengerjaan teknis jalan provinsi di NTT, teknologi yang boleh dibilang masih baru bagi daerah ini tapi sudah lama diproduksi dan digunakan di berbagai daerah di Indonesia.

Demikian hal ini dijelaskan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Alexander Take Ofong, di kompleks DPRD Kamis,  (5/12/2019).

Ia mengatakan teknologi ini diperkenalkan oleh PT. Difa Mahakarya yang berpusat di Sleman Yogyakarta. Memproduksi Difa Soil Stabilizer (Difa SS) sebagai bahan aditif untuk memaksimalkan ikatan soil cement. Difa SS merupakan serbuk halus terdiri dari komposisi mineral anorganik yang aman terhadap lingkungan.

“Difa SS sebagai produk dalam negeri, yang dikembangkan di Indonesia sehingga memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dari soil cement standar,” terangnya.

Alex Ofong yang turut dalam tim melakukan kunjungan ke PT. Difa Mahakarya pekan lalu menguraikan, keunggulan Difa SS dapat meningkatkan parameter daya dukung tanah, jalan menjadi tidak lembek/becek saat musim hujan dan tidak berdebu saat musim kering, jalan dapat dilalui pada hari ke empat, semakin sering terendam air semakin baik, tidak brittle, kedap air, dapat dicampur dengan bahan stabilisasi tanah yang lain (flyash, semen, abu sekam padi dan cementition materials lainnya), modulus elastisitas (E) Difa SS bernilai antara E Tanah dan E Beton, mencegah settlement, dan ramah lingkungan.

Aplikasi Difa SS terdiri dari komposisi tanah, semen, dan binder lainnya. Komposisi campuran disesuaikan dengan CBR (California Bearing Ratio) desain. CBR > 80% maka pada 1 meter kubik tanah dicampur 80-120 Kg semen dan 1-2 Kg Difa SS, sedangkan CBR < 35% maka 1 meter kubik dicampur 4-15 Kg semen dan 0,2 Kg Difa SS.

Selain untuk jalan raya, aplikasi Difa SS juga bisa digunakan untuk jalan perkebunan, jalan tambang, jalan hutan tanaman industri, konstruksi lantai, konstruksi basement, area parkir, reklamasi pantai, struktur bendung, tambak dan kolam ikan,  stabilisasi tanah lunak dan ekspansif, dan stabilisasi tanah gambut. (TIM/RN)

Komentar