oleh

Dinilai Lamban, PDIP Mabar Desak PPK Komodo Mundur

RADAR NTT, Labuan Bajo – Mandeknya proses perhitungan suara pemilu di tingkat Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat membuat sejumlah pelaku politik dan saksi dari berbagai parpol geram.

Lamber Landing adalah salah satu caleg DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Partai PDIP geram dengan sikap PPK Komodo Vitalis Jemadi yang dinilai lalai dan lamban dalam menjalankan tugasnya sebagai PPK.

Menurut Lamber Landing, PPK dianggap tidak menghargai para pelaku politik yang sudah lama menunggu dan menyaksikan proses di PPK Kecamatan Komodo. Hal tersebut disampaikannya dalam interupsi kepada PPK Komodo di Labuan Bajo (Kamis, 02/05/2019).

Dalam interupsinya, Pentolan partai PDIP tersebut mengawali dengan memberikan pertanyaan kepada ketua PPK Komodo Vitalis Jemadi.

“Interupsi pimpinan. Kapan pembahasan ini dimulai (pembacaan suara partai setelah skors, red)?” Ketua PPK menjawab, bahwa pembahasan berikut baru berjalan tiga menit yang lalu.

Lamber Landing yang dengan nada emosi dan muka merah melanjutkan pertanyaannya, “Apa pembahasan pertama?” Lalu Ketua PPK dengan singkat menjawab, bahwa pembacaan mulai dari DPR RI. Para saksi yang hadir hanya bisa mendengar perdebatan antara ketua PPK dan Lamber Landing yang berdebat. Perseteruan ini terus berlanjut, lantaran kesal dengan sikap PPK yang kurang koordinasi dengan pengurus PPK kapan waktu skors (istirahat, red), kapan dilanjutkan, dan alasan skorsnya apa.

“Maksud saya begini. Skors jangan secara sepihak. Tiba tiba saja mulai pembacaan DPR Pusat. PPK tidak menghargai kami (pelaku politik, red) di PDI Perjuangan sebagai pelaku politik dan teman – teman lain (pelaku politik dari partai lain, red),” ujar Lamber Landing.

“Saya keberatan dengan buka acara serentak bigini. Kita tidak tahu. Pimpinan jangan katakan capek. Jangan capek, ini tugas negara. Kalau tidak sanggup berhenti. Jangan ada alasan lagi. Kalau capek kalau tidak mampu berhenti aja,” ujarnya dengan nada emosi.

Menanggapi pernyataan Lamber Landing, Ketua PPK Vitalis Jemadi mengatakan  bahwa pihaknya merasa capek dengan hiruk pikuk proses ini. Karena itu merasa bahwa tidak ada yang salah dengan proses di PPK. Ia juga berjanji siap potong kepala jika pihaknya melakukan kecurangan. “Pak Lamber saya siap potong kepala kalau kami melakukan praktek kecurangan. Karena apa yang kita lakukan ini adalah fakta politik,” ujarnya.

“Saya terima masukan pak lamber.
Saya mohon teman teman PPK bijak. Kami juga bosan di sini. Harus dimanajemen ulang waktunya. Saksi diminta menyaksikan dan melihat sehingga proses ini terbuka siapa aja bisa melihat,” ucap Vitalis

Selain politisi PDIP, sejumlah saksi dan pelaku politik dari partai lain masing -masing memberikan interupsi yang sama. Mereka kompak mengecam sikap PPK Komodo yang dinilai lamban dan kurang disiplin dalam memanajemen waktu. (RIO/SET/RN)

Komentar