oleh

Dituding Berhentikan Pegawai PDAM Rote Ndao: Iwan Sodak Ini Jebakan 

-News, Rote Ndao-1.021 views

Foto: Pjs Kantor PDAM Abdurahman Djawas

RADARNTT, Ba’a – Akibat kelebihan pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur  berimbas pada manajemen buruk dan ‘kolaps’ sehingga sudah 3 bulan berjalan sebanyak 125 pegawai PDAM Rote Ndao belum menerima gaji.

Hal ini disampaikan oleh Abdurahman Djawas selaku Penjabat Sementara (Pjs) Perusahaan Daerah Air Minum Rote Ndao ketika dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, Sabtu (07/09/2019) Pukul 12:07 Wita.

Foto: Mantan Direktur PDAM Rote Ndao Ir.Yahya B.F Sodak

Menurut  Abdurahman, proses pemberhentian 36 tenaga kerja berdasarkan Keputusan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Rote Ndao Nomor: 102/PDAM-RN/VIII/2019, yang ditetapkan di Ba’a, Tanggal 26 Agustus 2019 oleh Ir. Yahya B.F Sodak selaku Direktur.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pemberhentian tenaga kerja sebanyak 36 orang terdiri 10 orang tenaga 80% dan yang berstatus kontrak daerah sebanyak 26 orang itu melalui hasil pertemuan bersama pemilik perusahaan daerah air minum Kabupaten Rote Ndao yang diwakili Sekretaris Daerah dan Asisten I Setda Rote Ndao, Kabag Keuangan, Inspektorat Kabupaten serta direktur PDAM Rote Ndao.

Selain itu, Abdurahman Djawas mengungkapkan secara terperinci soal bertambahnya tenaga kerja di perusahaan air minum yang sebenarnya turut diketahui Inspektorat Rote Ndao dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sejak tahun 2017-2018 telah termuat dalam laporan temuan BPKP terkait kelebihan tenaga kerja di kantor PDAM Rote Ndao.

Ketika ditanya wartawan soal ke-36 tenaga kerja yang hingga Bulan September 2019 belum dibayarkan gajinya, Abdurahman djawas menjelaskan bahwa soal gaji pihaknya belum bisa tentukan waktu secara pasti karena bukan saja tenaga kontrak daerah namun sebanyak 125 karyawan tetap dan kontrak sudah 3 bulan ini belum digaji.

“Bukan hanya mereka yang diberhentikan, kami semua juga belum dapat gaji, memang ini hal yang biasa sering terjadi dalam pembayaran gaji, sebab banyaknya karyawan mengakibatkan terjadinya keterlambatan pembayaran gaji, penghasilan kecil bagaimana mau biayai mereka kalau pengeluaran lebih besar dari penghasilan,” imbuhnya.

Diakui Abdurahman, setelah memberhentikan 36 tenaga kontrak daerah di PDAM Rote Ndao, maka data jumlah tenaga tetap sebanyak 58 orang dan tenaga kontrak daerah 24 serta tenaga 80% ada 7 orang sehingga total seluruh pegawai di PDAM Rote Ndao per Vulan September 2019 sebanyak 89 orang.

Sementara itu mantan Direktur PDAM Rote Ndao sebelumnya Ir.Yahya B.F. Sodak ketika dikonfirmasi wartawan dikediamannya terkait persoalan tersebut mengatakan, “Penambahan tenaga kerja tersebut sesuai dengan penambahan perluasan jaringan yang membutuhkan tenaga dalam pengoperasiannya, sambil dirinya mencarikan solusi untuk membayar gaji semua karyawan karena memang itu yang harus dialami oleh perusahaan, dirinya telah membatalkan pemberhentian 36 karyawan tersebut karena dirinya sudah mencabut kembali keputusan tersebut dengan mengeluarkan SK pembatalan pemberhentian yaitu SK 103/PDAM/VIII/RND/2019.

“Kalaupun ada pemberhentian maka kajian itu harus dilakukan oleh Dinas Nakertrans atau politeknik, atau dari PDAM yang sudah maju, dan jika ada pemberhentian maka harus ada SK yang baru yang mengakomodir itu, yang mematikan SK 103,” tandas Sodak.

Iwan Sodak demikian sapaannya sehari-hari mengatakan, menyadari akan hal tersebut maka dengan penuh kesadaran dan pertimbangan dirinya telah membatalkan pemberhentian karyawan karena menurutnya Ia merasa ditekan dan dijebak karena ada terbit SK 101 dan 102 yang palsu.

“Ini jebakan maka saya mencabutnya melalui penerbitan SK 103,kalaupun ada SK yang membatalkan SK 103 tentu ada rekomendasi Badan Pengawas secara tertulis, sehingga ada konsederasi karena Pjs tidak memiliki kewenangan,” imbuhnya.(Tony/Set/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan