oleh

DPRD NTT Setujui Pinjaman Daerah 900 Miliar

RADARNTT, Kupang – Mayoritas fraksi di DPRD Provinsi NTT menyetujui Pinjaman Daerah pola standby loan senilai Rp 900 Miliar ke Bank NTT untuk membiayai infrastruktur jalan provinsi.

Dalam penyampaian pendapat akhir 9 fraksi terdapat 6 fraksi (Golkar, Gabungan, Hanura, Perindo, Gerindra, NasDem) menyetujui Pinjaman Daerah, satu fraksi (PAN) menyatakan menerima dengan catatan dan dua fraksi (PDI Perjuangan dan PKB) secara tegas menolak Pinjaman Daerah.

Setelah melalui dinamika sidang paripurna yang alot, Rabu (27/11/2019) petang, sempat diwarnai skorsing untuk rapat terbatas antar pimpinan, ketua-ketua fraksi dan pemerintah akhirnya menemui kata sepakat dan DPRD menyetujui Pinjaman Daerah, dengan penandatanganan nota kesepakatan tentang penyesuaian KUA-PPAS tahun anggaran 2020 oleh Gubernur NTT dan empat pimpinan dewan.

Dan menetapkan keputusan persetujuan DPRD NTT nomor 6 tahun 2019 tentang RAPBD Provinsi NTT tahun anggaran 2020, yang selanjutnya akan dievaluasi ke Kementerian Dalam Negeri untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Ketua Fraksi NasDem DPRD NTT, Alexander Take Ofong mengatakan pinjaman daerah merupakan strategi untuk mengatasi kesenjangan fiskal yang terjadi selama ini dan pemerintah diminta tetap memperhatikan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlaku.

“Secara kelembagaan kita menyetujui niat pemerintah melakukan pinjaman daerah dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Alex Ofong. (TIM/RN)

Komentar