oleh

DPRD NTT Terima 36 Aspirasi Masyarakat dan Hasilkan 44 Keputusan

RADARNTT, Kupang — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2019–2024 yang baru menjabat kurang lebih 5 (lima) bulan telah menerima 36 aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.

Selain aspirasi masyarakat tersebut di atas, DPRD NTT juga menghasilkan 44 keputusan dan dua Peraturan Daerah (Perda) inisiatif yang diprakarsai oleh DPRD Provinsi NTT.

“Itulah hasil-hasil pekerjaan yang dilakukan oleh DPRD Provinsi NTT dari periode 2014-2019 dan periode 2019-2024,” kata Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni kepada wartawan di aula Kelimutu DPRD Provinsi NTT, Selasa, (17/12/19).

Dia tidak merinci apa saja aspirasi dan keputusan, namun semua aspirasi masyarakat sudah ditindaklanjuti dalam pembahasan dan penetapan bersama pemerintah melalui mekanisme penetapan anggaran dan peraturan daerah.

Dalam penyampaian tersebut, ungkap Emilia, pihaknya telah menyelesaikan rapat koordinasi untuk menindaklanjuti hasil konsultasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020 dari Kementerian Dalam Negeri yang akan disempurnakan kembali oleh TAPD untuk dilaporkan kembali ke Kementerian Dalam Negeri berdasarkan hasil konsultasi itu.

“Tadi malam kami menyelesaikan rapat koordinasi untuk menindaklanjuti hasil konsultasi RAPBD 2020 dari Kementerian Dalam Negeri dan akan disempurnakan kembali oleh TAPD untuk dilaporkan kembali ke Kementerian Dalam Negeri berdasarkan hasil konsultasi itu,” ungkapnya

Dinamika perjalanan yang dibangun dengan eksekutif selama ini, lanjut Emi, dimana ada anggota DPRD lama dan ada anggota DPRD baru. Namun yang paling penting adalah membangun dan mengelola sebuah perbedaan sebagai sebuah kekayaan.

“Teman-teman wartawan juga akan membantu kami untuk mentransfer hal-hal yang bisa disampaikan kepada masyarakat dan kepentingannya adalah menjaga agar masyarakat itu tetap tenang,” lanjutnya

Emi menambahkan bahwa jika dalam perjalanan ada perbedaan itu hal yang lumrah. Itu bukan berarti harus saling menyalahkan satu sama lain tetapi harus tenangkan hati dan duduk bersama untuk mencari jalan keluarnya.

“Terima kasih untuk teman-teman pers yang selama ini membantu kami menyampaikan berbagai informasi dan tentunya ini sangat berharga bagi masyarakat dan lembaga ini untuk terus berintropesksi diri melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,” tandas Ketua DPD PDI Perjuangan NTT.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Aloysius Malo Ladi meminta peran media bersama-sama dengan DPRD Provinsi NTT mengawal apa yang diharapkan oleh masyarakat terhadap lembaga ini.

“Sebagai pimpinan lembaga ini, kami siap menerima masukan, kritikan yang diberikan demi perbaikan lebih lanjut,” kata politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (ND/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan