oleh

Dua Anggota DPRD Sambangi Penyandang Disabilitas dan Pasien Gangguan Jiwa

RADARNTT, Borong – Peduli dengan penyandang distabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dua orang anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, menyambangi penyandang disabilitas dan pasien ODGJ di Kecamatan Pocoranaka. Sabtu, (21/12/2019).

Kedua Anggota DPRD itu diantaranya Damu Damianus, S. Sos, MM asal partai Perindo dan Siprianus Habur asal Partai Bulang Bintang. Keduanya berasal dari Dapil Dua Pocoranaka dan Pocoranaka Timur.

“Kita ingin melihat lebih dekat apa kebutuhan mereka, sehingga kita memiliki data saat berkordinasi dengan Dinas terkait,” kata Damu Damianus yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Matim itu.

Politisi Partai Perindo itu mengatakan untuk bisa mengakomodir kebutuhan ODGJ maupun penyandang disabilitas, DPRD akan berkordinasi dengan dinas terkait.

“Selama ini penyandang disabilitas dan juga ODGJ belum memiliki payung hukum untuk dianggarkan dalam APBD sebagai perlindungan dan pemenuhan hak mereka. Sebab, bagaimanapun mereka layak mendapatkan pengakuan, dan jaminan perlindungan atas pemenuhan hak mereka,” kata Damu.

Hal yang sama diungkapkan Sipri Habur, Dia mengatakan pemerintah harus memiliki rasa peka terhadap pasien ODGJ harus diperlakukan sama seperti pasien umum lainnya.

“Saya minta pemerintah harus serius memperhatikan pasien ODGJ di Manggarai Timur, paling tidak stok obat – obatan khusus bagi mereka harus ada disetiap puskesmas di Manggarai Timur,” ujar Anggota DPRD Manggarai Timur tiga periode itu.

Pada kesempatan itu keduanya mengunjungi salah satu keluarga penyandang disabilitas tunanetra bernama Martinus Adat (64), meski memiliki keterbatasan, Martinus bertanggung jawab untuk merawat istrinya Paulina Dihus dan anak sulungnya bernama Fransiska Jemita (26) yang menderita gangguan jiwa.

Martinus dan keluarganya tinggal di rumah reyot berukuran kecil 5 x 6 meter berlantai semen, berdinding papan di Kampung Mano-Nancang, Kelurahan Mandosawu,

Selain itu, anggota dewan tersebut bertolak ke Tanggar, Desa Compang Laho menjenguk Fian (21) seorang pasien ODGJ yang pasung sejak lima bulan yang lalu.

Fian mengasingkan diri, dengan menutup wajahnya dengan balutan selimut. Fian tak mau diajak bicara sekalipun oleh kedua orang tuanya.

Selanjutnya kedua DPRD tersebut menemui Hironimus Feri Madi (46), di Desa Deno, Pocoranaka. Pasien ODGJ ini dipasung keluarganya sejak satu bulan lalu.

Kedua anggota DPRD tersebut didampingi dokter umum dari Puskesmas Sita, Dokter Dedek Hadriyan. Di lokasi Dokter Dedek melakukan pemeriksaan terhadap pasien.

Pada kesempatan itu, Dokter Dedek yang memiliki keahlian menangani pasien ODGJ menyampaikan tata cara menghadapi pasien ODGJ kepada keluarga.

“Pasien seperti ini cepat sembuh jika ada perlakuan baik dari keluarga. Keluarga tidak boleh kasar terhadap mereka, perlakukan mereka seperti mereka tidak mengalami gangguan kejiwaan”, ujar Dokter Dedek. (TIMRN)

Komentar