oleh

Dugaan Mafia Bola Liga 3 Dibalik Sanksi Terhadap PSN Ngada

RADARNTT, Kupang — Sanksi yang diterima tim sepakbola liga 3 tahun 2019 seri nasional, Persatuan Sepakbola Ngada (PSN) dari Panitia Disiplin karena menurunkan pemain tidak sah dalam pertandingan, mendapat tanggapan serius dari Asosiasi Provinsi PSSI NTT.

Exco Asprov PSSI NTT, Jimmi Sianto dengan tegas meminta panitia disiplin liga 3 untuk membuktikan pelanggaran yang dilakukan oleh PSN Ngada, sehingga tidak dinilai ada pihak ketiga yang bermain dalam pertandingan ini.

“Jika benar yang disampaikan oleh PSN Ngada bahwa mereka bisa membuktikan dengan rekaman, mereka punya bukti tiga video berbeda, dan pemain ini sendiri tidak merasa mendapat kartu kuning dalam pertandingan itu,” ujarnya.

Menurut jimmi, pemain PSN Ngada atas nama Kiken Wea diizinkan bermain dalam laga tersebut, maka tidak ada pelanggaran yang dibuat, karena tim PSN Ngada memiliki video yang bisa dibuktikan kepada panitia bahwa tidak ada pemberian kartu kuning terhadap Kiken Wea.

“Harusnya kalau wasit salah menulis dalam laporan hasil pertandingan tidak ada kartu kuning, kemudian ditulis ada kartu kuning ya harus diralat atau diperbaiki, tidak boleh berpatokan pada kesalahan administrasi, lalu memberi hukuman. Ini kan hanya kesalahan administrasi tidak ada kartu kuning tapi ditulis ada kartu kuning,” protesnya.

Jimmi menegaskan, penggunaan kata ilegal terhadap pemain PSN Ngada itu tidak benar. Pemain Kiken Wea terdaftar resmi, hanya karena dirinya dicatat mendapat kartu kuning sehingga tidak bisa dimainkan oleh wasit, walaupun kenyataannya video yang ada tidak terbukti ada kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit selama pertandingan.

“Ini hanya karena dia tercatat mendapatkan kartu kuning sehingga tidak dimainkan, harusnya tidak boleh memakai kata ilegal karena kategori ilegal itu seperti apa? Ilegal itu kecuali dia sebelumnya tidak terdaftar sebagai pemain, kemudian dia dimainkan ya boleh dibilang ilegal, tapi sebelumnya dia pernah dimainkan masa dibilang ilegal,” ujarnya.

Terkait dugaan adanya mafia bola dalam liga 3, Jimmy mengatakan, dirinya sementara berkoordinasi dengan pengurus dan sekretaris umum Asprov PSSI Nusa Tenggara Timur, untuk mencari informasi sehingga PSN Ngada yang mewakili Nusa Tenggara Timur dalam liga 3 nasional tidak dirugikan oleh pihak lain.

“Jangan kita dirugikan dengan kesalahan yang mungkin disengajakan. Ini yang akan kita telusuri karena kebenaran itu harus dijunjung tinggi. Bukan benar jadi salah, terus salah jadi benar, saya sudah komunikasikan dengan sekretaris umum Asprov,” ujarnya.

Sanksi Panitia Disiplin Terhadap PSN Ngada

Panitia Disiplin liga 3 nasional mengeluarkan surat sanksi terhadap Persatuan Sepak Bola Ngada (PSN), karena diduga menurunkan pemain yang berstatus tidak sah dalam laga melawan Palopo.

Dalam surat tersebut, PSN Ngada harus menjalankan lima poin hukuman yakni:

  1. Tim PSN Ngada telah melakukan pelanggaran kode disiplin dan regulasi liga 3 dengan memainkan pemain tidak sah dalam pertandingan.
  2. Menghukum tim PSN Ngada dengan kalah 0-3 dari tim Putra Sinar Giri pada pertandingan tersebut dan dikenakan sanksi denda sebesar Rp. 30.000.000 (Tiga puluh juta rupiah).
  3. Menghukum tim PSN Ngada dengan sanksi pengurangan 3 (tiga) point (forfeit).
  4. Pengulangan terhadap pelanggaran tersebut diatas, akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.
  5. Memerintahkan tim PSN Ngada untuk tunduk dan patuh pada keputusan ini.

Situasi yang dialami PSN Ngada mendapat simpatik banyak pihak mulai kalangan masyarakat biasa sampai pejabat publik dan politisi, kebanyakan mereka memberi dukungan agar sanksi tersebut segera dicabut. (ND/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan