oleh

Empat Langkah Mencapai Sukses

-Info, News-984 views

RADARNTT, Kupang – Untuk mencapai sukses yang sesungguhnya, seseorang harus memulai dari empat langkah mengintegrasikan praktek nyata statistical thinking, systems thinking dan design thinking.

“Empat Langkah Mengintegrasikan Praktek Nyata Statistical Thinking, Systems Thinking, and Design Thinking dalam Upaya Mencapai SUCCESS Yang Sesungguhnya”.

Tulis Vincent Gaspersz, Lean Six Sigma Master Black Belt and Certified Management Systems Lead Specialist, di dinding akun facebooknya, Sabtu, (6/7/2019).

Menurut Vincent Gaspersz, semua yang dikemukakannya ini berdasarkan praktek nyata berpuluh tahun yang diperoleh dari membaca dan memahami ratusan buku-buku teks kelas dunia berdasarkan kesuksesan mengaplikasikan Statistical Thinking, Systems Thinking and Design Thinking.

Ia menguraikan empat langkah tersebut disertai contoh, yakni: pertama; Memahami Key Success Factors (KSFs) yang sesungguhnya agar ‘mampu’ (Capable), menciptakan Indikator Kinerja Kunci (Key Performance Indicators) yang tepat dan sesuai agar mencapai target sukses yang sesungguhnya.

Ia mencontohkan, untuk mencapai Sukses Keuangan, yang menjadi faktor sukses kunci adalah meningkatkan tabungan (saving) dan pendapatan ‘pasif’ terus-menerus. Sehingga, bagi dia, Indikator Kinerja Kunci (KPIs) yang sesuai adalah: (1) Saving (Tabungan), dan (2) Nilai Aset Produktif. Hanya itu saja, tegasnya, bukan hal-hal lain seperti besar pendapatan, dan lain-lain.

Kedua; Indikator Kinerja Kunci (KPIs) yang telah sesuai dan tepat dalam point 1 di atas, kemudian ‘cukup’ dimonitor melalui menggunakan grafik garis (line graph) sederhana berdasarkan urutan waktu (time series) terus-menerus.

Ditegaskan Vincent Gaspersz, ‘tidak perlu melakukan analisis statistika yang rumit, “kecuali ingin menyulitkan hal-hal mudah”.

Dalam kasus untuk mencapai Sukses Keuangan, kata dia, yang sesungguhnya adalah ‘cukup’ memonitor pergerakan (1) Saving (Tabungan), dan (2) Nilai Aset Produktif dalam bentuk grafik garis sepanjang waktu (time series).

Ketiga; Berdasarkan pergerakan dan arah pergerakan Indikator Kinerja Kunci (KPIs) dalam point 2 di atas, kata dia, “kita akan mengetahui apakah perilaku ‘sistem’ sedang bekerja  sesuai ekspektasi kita (manajemen) atau tidak bekerja sesuai yang diharapkan manajemen?”.

Contohnya, pergerakan naik-turun, naik-turun, tanpa arah yang jelas, berarti perilaku ‘sistem’ tidak bekerja sesuai dengan ekspektasi kita (manajemen).

Keempat; Pengambilan Keputusan sangat penting, atas kondisi-kondisi seperti berikut: a) Jika point 3 menunjukkan pergerakan dan arah pergerakan sesuai ekspektasi manajemen, berarti kita sedang bergerak maju dalam jalur yang benar, sehingga cukup melakukan Continual Improvement and Innovation saja.

b) Jika point 3 menunjukkan pergerakan KPIs yang ‘tidak stabil’ (Unstable) ‘tetapi’ menunjukkan arah pergerakan yang benar (capable), sebagai manajemen kita ‘harus’ melakukan intervensi manajemen sistem melalui pemercepatan Program Perbaikan Kinerja (Performance Improvement Program) dari sistem itu.

c) Jika point 3 menunjukkan pergerakan KPIs yang ‘tidak stabil’ (Unstable) dan ‘tidak mampu’ (Uncapable), maka sebagai manajemen kita ‘harus’ mendesain ulang (Redesign) ‘sistem’ menggunakan Design Thinking agar mengarahkan perilaku ‘sistem’ seperti point 4(a).

JUST DO IT!

“Hanya itu saja kebutuhan nyata dari dunia bisnis dan industri maju di seluruh dunia”, tegas Vincent Gaspersz.

Namun, kata dia, sangat sangat sedikit (mendekati nol persen) lulusan perguruan tinggi di Indonesia (program studi apa saja) yang memiliki ‘kompetensi (KAS = Knowledge x Attitude x Skills) dalam empat hal di atas.

Hampir semua manajemen tradisional (mendekati 100%) di Indonesia ‘telah’ membuat kesalahan atau kekeliruan sejak point 1, dan seterusnya; yang oleh Vincent Gaspersz disebut: “Manajemen Terhadap Hal-hal Yang Salah Sejak Awal”.

Konsekuensinya adalah terus-menerus tertinggal dibandingkan orang-orang atau negara-negara yang menerapkan “Manajemen Hal-hal Yang Benar Sejak Awal”, pungkasnya. (Tim/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan