oleh

Hasil Pertemuan DPRD Ngada dengan PSSI

RADARNTT, Bajawa – Pasca Panitia Disiplin Liga 3 Nasional mengeluarkan surat sanksi terhadap Persatuan Sepak Bola Ngada (PSN), karena diduga menurunkan pemain yang berstatus tidak sah dalam laga melawan Palopo.

Setelah surat tersebut viral di berbagai media sosial seperti facebook dan whatsapp. Situasi yang dihadapi PSN mendapatkan simpatisan dari publik hingga sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Ngada.

Usaha pihak DPRD Ngada bersama PSSI pusat dan menghadirkan manager serta pelatih PSN di Jakarta kemarin (Rabu,  18/12/2019), rupanya tidak berjalan sesuai harapan.

Dihubungi media ini, Rabu, (18/12/2019) pukul 21.16, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Ngada Petrus Ngabi mengirim pesan whatsapp yang disampaikan dari pihak PSSI pusat.

Dalam isi pesan tersebut ia menuliskan bahwa “rapat baru selesai dari RS dengan Ketua Umum serta pendapat ahli/hukum. Tenyata, untuk liga 3 ini merupakan turnamen dimana penyelenggaranya dari wilayah peserta itu sendiri”.

PSSI pusat hanya mengesahkan, sehingga Ketua Umum tidak bisa merubah atau intervensi karena melanggar peraturan sebagai berikut:

  1. Sesuai Regulasi Liga 3 Pasal 45, dalam pelaksanaan Kompetisi “home tournament” dibentuk Panitia Disiplin setempat, selaku badan yuridis yang berkewajiban untuk menyelesaikan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh Pemain/Ofisial, ditempat “home tournament” tersebut berlangsung.
  2. PSSI sesuai statuta-nya tidak mempunyai mekanisme untuk menganulir keputusan yudisial meskipun oleh Ketua Umum, sebagaimana Statuta PSSI Bab IV (Ketua Umum), Pasal 39 ayat 8 : Ketua Umum tidak dapat membatalkan atau mengesampingkan keputusan yang dikeluarkan Kongres atau badan yudisial.
  3. Namun demikian Tim dari pusat akan turun untuk melaksanakan Investigasi.

Untuk diketahui, Dalam surat tersebut, PSN Ngada harus menjalankan lima poin hukuman. Salah satunya pada poin kedua tertera “Menghukum tim PSN Ngada dengan kalah 0-3 dari tim Putra Sinar Giri pada pertandingan tersebut dan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah)”. (FX/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan