oleh

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Para Bupati di NTT Nyatakan Sikap

RADARNTT, Ruteng –Bupati Manggarai Deno Kamelus dan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyatakan menolak keras unjuk rasa anarkis, aksi terorisme, radikalisme dan mengharapkan suasana kondusif jelang pelantikan presiden dan wakil presiden Jokowi-Amin.

Dalam rekaman video yang beredar yang di terima media ini, Rabu (16/10/2019), kedua bupati ini sama sama berkomitmen menjaga situasi kondusif pada pelantikan presiden dan wakil presiden yang dilaksanakan pada 20 Oktober mendatang.

Di ruangan kerjanya, Selasa, (15/10/2019) Bupati Manggarai Deno Kamelus menegaskan menolak keras setiap unjuk rasa anarkis dan aksi radikalisme dan terorisme jelang pelantikan presiden dan wakil presiden.

“Saya bupati Manggarai dengan ini menyatakan dengan tegas menolak keras unjuk rasa anarkis, aksi-aksi radikalisme dan terorisme,” tegas Deno Kamelus.

Bupati Deno juga mengatakan mendukung sepenuhnya pelantikan presiden dan wakil presiden dalam suasana kondusif.

Hal senada disampaikan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas di ruang kerjanya juga menegaskan menolak aksi unjuk rasa anarkis, aksi-aksi radikalisme dan terorisme di tanah air.

“Saya Andre Agas Bupati Manggarai Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur menolak unjuk rasa anarkis, aksi-aksi radikalisme dan terorisme serta mendukung pelantikan presiden dan wakil presiden,” tegasnya.

Diakhir pernyataanya bupati Agas dengan tegas dan semangatnya meneriakkan NKRI harga mati.

Kedua bupati itu menyatakan mendukung penuh pelantikan presiden dan wakil presiden yang di laksanakan pada 20 Oktober 2019. (Adi/RN)

Komentar