oleh

Kadis Nakertrans Provinsi NTT: Kalau Staff Saya (Satgas) Tidak Mengerti Bahasa Inggris Tolong Dijelaskan

Foto: Antonita Bete dan Alvinus Kristo Nahak TKI ‘Berdokumen’ Yang Dicekal Satgas Nakertrans Provinsi NTT

RADARNTT, Kupang – Dua hari pasca pencekalan oleh Satgas Nakertrans Provinsi NTT terhadap 2 (dua) orang TKI atau Pekerja Migran Indonesia berdokumen tujuan Malaysia Tanggal 06 Juni 2019, akhirnya pihak Dinas Nakertrans memberikan klarifikasi resmi kepada media ini (Sabtu, 08/06/2019).

Melalui sambungan seluler, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Timur Sisilia Sona, membenarkan isi Kronologis pembatalan 2 orang TKI atas nama Antonita Bete dan Alvinus Kristo Nahak tujuan Malaysia Tanggal 06 Juni 2019 versi Satgas (Arianto Rany) kepadanya yang dikirimkan ke Ombusman RI Perwakilan NTT yang berbunyi sebagai berikut:

1. Seperti biasanya mereka (Antonita Bete dan Alvinus Kristo Nahak) dibawa petugas satgas AU dari ruang Check in ke Posko Satgas.
2. Petugas Satgas saat itu yang sudah tiba duluan di Posko adalah Pak Yanto Rany (Arianto Rany).
3. Dilakukannya pemeriksaan dokumen, semuanya ada yaitu Paspor, Kartu Idetintas pekerja di Perusahaan Sawit Malaysia.
4. Satu yang tidak mereka miliki yakni Surat Cuti dari perusahaan. Itu yang membuat keputusan dari saya (Yanto Rany) untuk menahan mereka.
5. Jam 07.30 saya baru tiba di posko, karena bangun terlambat. Dan  mengambil keputusan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menghubungi pimpinan perusahaan untuk mengirimkan surat cuti untuk kemudian kita bantu proses keberangkatan mereka kembali bekerja di Malaysia.
6. Kesempatan itu saya berikan ke mereka dan baru kurang lebih jam 11 terhubung dengan suami dari salah satu TKI-an. Antonia Bete yang ada di Malaysia.
Informasi dari suaminya bahwa saat ini sementara libur lebaran dan pimpinan perusahaan mereka sementara berada di Luar Daerah.
7. Sekitar pukul 2.45 mereka menunjukkan Surat Cuti.
8. Saya bersama Pak Rony Idje melihat dan menemukan ternyata surat cuti itu sudah kadaluwarsa, yang mana hanya diberikan sampai dengan Bulan Februari 2019, dan ternyata sudah mereka rubah menjadi Bulan Juni 2019.
9. Kami petugas satgas kemarin menjelaskan dan memberikan pemahaman yang benar terhadap mereka dan sudah mereka pahami. Dan tujuan pemeriksaan kelengkapan semua dokumen adalah bentuk Perlindungan Pemerintah Daerah terhadap semua warga masyarakat NTT yang akan bekerja di luar daerah ataupun luar negeri. Semuanya sudah mereka pahami dan maklum akan TUPOKSI SATGAS di Posko Bandara Eltari.

Solusi SATGAS
1. Mereka harus berusaha menghubungi kembali pimpinan perusahaan di Malaysia untuk mendapatkan surat cuti atau surat pernyataan sejenisnya, yang menyatakan bahwa benar mereka adalah karyawan dan pimpinan perusahaan siap menerima mereka untuk bekerja kembali di perusahaannya.
2. Setelah itu baru kita bisa bantu proses keberangkatan mereka kembali bekerja.
3. Surat dari poin satu itu yang kita butuhkan sehingga dapat menjamin mereka bekerja dengan aman di Malaysia.

Sementara itu Sisilia Sona juga menambahkan, “Saya tetap komitmen melakukan perbaikan, soal kelemahan staf tetap saya harus selesaikan, sebagai pimpinan saya harus mengambil sikap kalau itu tidak sesuai yang seharusnya.”

Adanya dugaan Satuan Tugas Nakertrans Provinsi NTT tidak mengerti Bahasa Inggris saat memeriksa kelengkapan dokumen sah pekerja migran, Hal itu ditanggapi Kadis, “Yang namanya Bahasa Inggris kami tiap Hari Rabu menggunakan tetapi tidak bisa bergerak cepat. Jadi kalau hal hal itu pekerja migran tahu tolong dijelaskan staf saya.”

Soal penggantian tiket yang hangus,  Sisilia Sona menegaskan, “Semua masih berproses, kami harus konfirmasi kembali ke perusahaan itu, kita masih mencari benang kusut itu,  tidak serta merta tiket diganti, kalau nantinya kita temukan kejanggalan, itu yang akan kita diskusikan. Itu tidak terlalu sulit kok.” (TIM/SET/R-N) 

Komentar