oleh

Kadis PMD Berhentikan Penjabat Kades Batefalu

RADARNTT, Ba’a – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Rote Ndao telah memberhentikan penjabat sementara (Pjs) Kepala Desa Batefalu Jos N. Dalle karena diduga terlibat tindakan amoral.

“Sebagai seorang pemimpin yang pertama-tama adalah nilai etika dan moral itu penting sekali dan sekali lagi sangat penting karena sebagai seorang pemimpin harus menjadi contoh dan teladan.”

Hal tersebut diungkapkan Kepala DPMD Yames M.K.Therik, SH ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Pjs Desa Batefalu, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi-NTT Senin,(23/09/2019) pukul 08:52 Wita.

Yames Therik menjelaskan terkait dengan Pjs Kepala Desa Batefalu pihaknya sudah menyurati camat untuk camat melakukan pemeriksaan dan Tim dari bidang Pemdes sudah turun ke Desa Batefalu untuk mengadakan pemeriksaan serta yang bersangkutan sendiripun sudah dipanggil menghadap ke Dinas PMD untuk menjalani pemeriksaan dan hasil pemeriksaan bahwa yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya sebagai penjabat sementara Desa Batefalu.

“Sudah kita sudah berhentikan, SK nya sudah diproses, nanti SK nya keluar baru saya beritahu sejak kapan diberhentikan tetapi saya harus kasitau bahwa kita sudah proses untuk diberhentikan, entah besok, lusa, bahwa dalam satu atau dua waktu ke depan sudah selesai,” imbuhnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa sejumlah warga Desa Batefalu mengungkapkan kekesalan mereka terhadap tingkah laku Kepala Desa Batefalu Jos N. Dalle, pasalnya kades ini sering melakukan zinah alias selingkuh dengan warganya sendiri dan hal tersebut sangat meresahkan masyarakat karena perbuatan sang kades sudah berulangkali dilakukan.

Dijelaskan warga, kelakuan Kades Jos Dalle tersebut terungkap berawal sejak Tahun 2015 dimana Kades Jos Dalle menghamili seorang janda yang baru ditinggal pergi suaminya karena meninggal dunia, namun yang bersangkutan enggan bertanggung jawab dengan alasan anak yang dilahirkan tersebut berjenis kelamin perempuan.

Soleman Junus selaku Maneleo (red-kepala suku) dari Suku Mumuk yang ditemui wartawan dikediamannya di Rt 01,Rw 05, Dusun Lokodela Desa Batefalu mengungkapkan, pada tahun 2015 Kades Batefalu Jos Dalle yang juga adalah seorang ASN aktif di Pemda Kabupaten Rote Ndao menghamili anak sukunya yang berinisial DSJ dan dirinya sebagai Kepala suku mengambil tindakan sesuai hukum adat yang berlaku, karena Kades Batefalu Jos Dalle mengakui perbuatannya namun enggan bertanggung jawab sehingga yang bersangkutan dikenai sangsi atau denda adat.

“Anak pertama tersebut adalah anak dari Jos Dalle, karena Pak Jos mengakuinya namun tidak tanggung jawab dengan alasan istri dari Pak Jos tidak mau tanggung jawab, tapi anak yang kedua yang ada dalam kandungan ini saya tidak tahu karena saya belum diberitahu siapa ayah dari janin yang dikandung tersebut,” ungkapnya.

Ditambahkan Soleman Junus bahwa sebagai Maneleo atau kepala suku yang secara adat bertanggung jawab atas keberadaan keluarganya baik susah maupun senang baik untung maupun malang, Ia sebagai Kepala Suku Mumuk sudah memanggil saudara laki-laki yang bersangkutan untuk menanyakan perihal kehamilan dari DSJ namun sampai saat ini saudara laki-laki dari DSJ belum menemuinya.

Kades Batefalu Jos Dalle ketika dikonfimasi melalui telepon genggamnya mengatakan,” Iya benar memang Tahun 2015 itu saya punya anak, tapi itu sudah dari Tahun 2015.” “Saya tidak tahu yang bersangkutan ada hamil ulang, saya tidak tau..saya tidak tau,” ungkap sang Kades.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari sejumlah warga bahwa kelakuan Jos Dalle yang adalah Kades Batefalu suda berulang kali terjadi, terbukti dengan pada tahun 2010 Jos Dalle menghamili MN seorang wanita Desa Batefalu sampai melahirkan seorang anak perempuan namun yang bersangkutan enggan bertanggung jawab. (Tony/Set/R-N)

 

Ket. Foto: Kepala Dinas PMD Rote Ndao YAMES M.K Therik, SH

Komentar