oleh

Kedepan Dana BOS Di Kota Kupang Akan Dikelola Secara Online

Foto: Drs.Dumul Djami, M.Si., Plh. Kadis Pendidikan dan  Kebudayaan Kota Kupang

RADARNTT, Kupang – Pengelolaan bantuan operasional sekolah (BOS) di Kota Kupang baik ditingkat sekolah dasar maupun ditingkat sekolah menengah pertama (SMP) harus secara online agar lebih transparan, terbuka dan akuntabel.

Dengan melalui sistem online semua program dan perencanaan penggunaan dana BOS dimasukan dalam aplikasi, dengan sistem komputerisasi untuk diketahui semua orang, dan dilakukan secara transparan. Selain itu, dalam perencanaan penggunaan dana BOS harus melibatkan para guru, ketua komite bersama orangtua murid, yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan sekolah, karena alokasi dana BOS diperuntukan untuk setiap siswa, dengan besaran yang berbeda.

Hal diatas disampaikan pelaksana harian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Drs. Dumul Djami, M.Si didampingi Koordinator Pengawas Okto Neitboho, S.Pd., M.Si saat ditemui wartawan di ruang kerjanya (Selasa,14/05/2019).

Menurutnya alokasi dana BOS untuk sekolah dasar Rp 800.000,- per siswa dalam setahun. Sedangkan untuk tingkat SMP mendapat alokasi BOS Rp 1.000.000,- setiap siswa per tahun. Diharapkan para pengelola dana BOS di sekolah harus melibatkan semua stakeholder, dengan maksud agar diketahui banyak pihak dan lebih terbuka serta transparan.

Dumul menjelaskan, untuk lebih transparan dalam penggunaan dana BOS, setiap kepala sekolah sudah diingatkan untuk membuat perencanaan penggunaan dana BOS dalam setahun, yang kemudian ditempelkan dalam papan pengumuman di sekolah masing masing, sekaligus mencegah resiko yang timbul terhadap pegawai dan guru yang terlibat langsung dalam pengelolaan dana BOS di setiap sekolah.

Dikatakan pengelolaan dana BOS selama ini di masing masing sekolah, masih dilakukan secara manual dan kurang transparan. Banyak pihak yang merasa tidak puas dengan pengelolaan dana BOS yang hanya diketahui oleh kepala sekolah bersama bendahara dana BOS.

Namun, sebagai lembaga yang mengelola pendidikan, kita harus lebih rasional dan melakukan inovasi baru, kata Dumul Djami . Di era digital saat ini, pengelolaan biaya operasional sekolah yang dikucurkan pemerintah pusat untuk setiap siswa di sekolah, harus dilakukan secara transparan, agar bisa diketahui semua pihak. Dengan sistem online semua orang bisa mengikuti perkembangan pengelolaan dana BOS di masing masing sekolah. (TIM/SET/R-N)

Komentar