oleh

Kepala Sekolah Temui Fraksi NasDem, SMKN Kayang Butuh Perhatian Pemerintah Provinsi NTT

RADARNTT, Kupang – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Kayang, satuan pendidikan yang mengembangkan pembelajaran berbasis bidang perikanan dan kelautan, berada nun jauh di ujung barat Pulau Pantar, tepatnya di Desa Kayang, Kecamatan Pantar Barat Laut Kabupaten Alor, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejak didirikan pada tahun 2012 hingga saat ini kurang mendapat perhatian pemerintah dan semakin jauh dari pengamatan para pengambil kebijakan semenjak beralih status kewenangan ke pemerintah provinsi.

Saat ini, SMKN Kayang memiliki 21 tenaga pendidik yang terdiri dari 2 orang guru ASN/PNS termasuk kepala sekolah, 5 orang guru kontrak provinsi dan 14 guru kontrak komite. SMKN Kayang dilengkapi 3 ruang kelas belajar permanen, digunakan untuk menampung 76 siswa/siswi kelas satu, dua dan tiga. Memiliki sebuah kapal praktikum yang diperoleh dari hibah seorang pengusaha asal Bali pada beberapa tahun lalu, sudah terbangun tambak praktik pembibitan dan budidaya perikanan laut.

Sekolah yang menyandang akreditasi B itu lebih fokus pada jurusan agribisnis rumput laut, sudah menelurkan 4 angkatan lulusan. Namun, masih dililit berbagai keterbatasan terutama untuk memenuhi standar ujian nasional berbasis komputer (UNBK), SMKN Kayang membutuhkan setidaknya 30 unit komputer untuk bisa melakukan UNBK pada tahun 2020.

Kondisi serba terbatas mendorong Kepala Sekolah Drs. Untung Suhadi Usman meringankan langkah menemui pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi NTT dan menyempatkan diri bersua Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD NTT, untuk menyampaikan sejumlah aspirasi tentang upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui dukungan fasilitas.

Perjumpaan singkat terjadi Rabu, (9/10/2019) siang di ruangan fraksi Komplek DPRD provinsi NTT, Untung Suhadi diterima langsung Ketua Fraksi Alexander Take Ofong. Pada kesempatan itu Untung Suhadi menyampaikan sejumlah kendala dan permasalahan yang dialaminya dalam mengembangkan pendidikan di daerah terpencil dan pulau terluar.

“Dalam rangka pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun pelajaran 2019/2020, sekolah kami membutuhkan peralatan komputer dalam mempersiapkan anak didik kami untuk mengikuti UNBK sesuai dengan instruksi direktorat pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,” ujar Untung Suhadi.

Untuk itu, lanjutnya, kami mohon kiranya kami dapat diberi bantuan sarana komputer demi terlaksananya dan suksesnya pelaksanaan UNBK tahun pelajaran 2019/2020.

“Kami butuh 30 unit komputer beserta kelengkapan laboratorium,” imbuh Untung Suhadi.

Kebutuhan ini menurutnya sudah setahun lalu disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi NTT, dengan harapan bisa direalisasikan pada tahun 2020 untuk digunakan dalam ujian nasional yang akan digelar pada bulan Maret. Sehabis diskusi, Untung Suhadi menyerahkan copyan proposal kepada Ketua Fraksi NasDem DPRD NTT.

Merespons aspirasi ini, Ketua Frkasi NasDem, Alex Ofong mengatakan segera memerintahkan anggota fraksi yang bertugas di Komisi terkait, yakni komisi 5 untuk mengawal dan membangun koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi NTT agar memberikan prioritas kebijakan dan alokasi anggaran sesuai kebutuhan dan permasalahan di SMKN Kayang.

“Kita akan perintahkan anggota fraksi yang bertugas di komisi terkait, yakni komisi lima untuk kawal aspirasi bapak,” tegas Alex Ofong.

Fraksi Partai NasDem memberikan perhatian penuh untuk pengembangan pendidikan terutama di daerah terpencil dan kepulauan demi mencerdaskan anak bangsa. “Pendidikan adalah satu-satunya media yang tepat untuk menyiapkan sumber daya manusia generasi masa depan,” pungkas Alex Ofong. (TIM/RN)

Komentar