oleh

Liga Mahasiswa NasDem NTT Praktik Pembibitan Kelor dan Pupuk Bokashi di Desa Kuaklalo

RADARNTT, Oelamasi – Semangat terlibat dan merasakan langsung kondisi obyektif penderitaan rakyat mendorong Komite Wilayah Liga Mahasiswa NasDem Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan praktikum pembibitan kelor dan pembuatan pupuk organik bokashi di Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Minggu, (4/8/2019).

Ketua Komite Wilayah Liga Mahasiswa NasDem Provinsi NTT, Yoan Niron mengatakan kegiatan itu merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang direkomendasikan oleh pihak desa setempat.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan rekomendasi oleh pihak Desa Kuaklalo kepada kami, yang sudah turun sebelumnya pada dua minggu lalu”, kata Niron.

Kegiatan sebelumnya, kata Niron, hanya fokus tentang muatan teori teknik budidaya kelor, sedangkan pada kesempatan itu mereka lebih menitikberatkan pada praktik pembibitan secara sederhana melibatkan masyarakat yang terhimpun dalam 2 kelompok tani.

Pembibitan dilakukan di dalam polibag sebanyak 70 buah sebagai demplot, menjadi tempat belajar dengan harapan bisa dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat dan pemerintah desa.

Pada kesempatan itu Liga Mahasiswa NasDem juga melakukan sosialisasi cara membuat pupuk organik bokashi dengan memanfaatkan bahan dari alam di sekitar warga.

“Kalau pupuk bokashi kita masih sistem jemur saja dulu dari pemanfaatan dedaunan di sekitar masyatakat, jadi belum sempat melakukan fermentasi menggunakan cairan EM4 dan bahan lainnya”, terang Niron.

Selain kelor dan bokashi, kata Niron, kami juga membuka konsultasi dan diskusi tentang masalah-masalah terkait bidang pertanian yang dihadapi masyarakat Desa Kuaklalo.

“Kami mendapatkan banyak pengalaman yang luar biasa, kami sadar betul sesungguhnya sebagai bagian dari kaum intelektual, masyarakat merupakan sumber dari segala aspek pembelajaran”, ungkap Niron.

Sehingga Liga Mahasiswa Nasdem Provinsi NTT serius menggodok progam ini untuk dikembangkan menjadi pilot project dan menjadikan Desa Kuaklalo sebagai salah satu desa binaan.

“Kita tidak mau menjadi eksklusif di ruang-ruang ceremonial saja tapi ingin terjun bebas bersama masyarakat sebab inilah spirit dan jalan Restorasi yang sesungguhnya demi mengangkat martabat dan kesejahteraan masyarakat NTT”, tegas Niron.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kuaklalo, Petrus Cornelis Thabelak, yang mendampingi masyarakat mengatakan, masyarakat sangat antusias dengan kegiatan tersebut karena menyentuh langsung kebutuhan dan permasalahan mereka.

“Hari ini, kami dapat banyak pembelajaran pertanian dari organisasi Liga Mahasiswa NasDem dan ini sangat membantu menambah wawasan, kami juga mendapatkan praktiknya secara langsung”, kata Thabelak.

Selain itu, kata Thabelak, kami juga dapat berkonsultasi terkait masalah pertanian yang kami hadapi selama ini seperti masalah hama, penyakit, pembuatan pupuk organik dan juga cara pengolahan tanah yang benar. Karena kelompok tani dan masyarakat di sini, kata dia, jarang mendapat pendampingan dari Instansi-Instansi terkait.

“Meskipun sederhana namun praktik dan sosialisasi ini memberikan pencerahan bagi para petani di sini, karena kami disini masih terkendala pupuk dan juga pendistribusian air ke kebun masyarakat”, kata Thabelak.

Dia berharap ke depan tetap menjalin kerja sama dengan Liga Mahasiswa NasDem, untuk terus berbagi informasi dan pengalaman-pengalaman berharga. “Kami berharap juga progam Revoluasi Hijau dari Bapak Gubernur NTT bisa juga mampu berdampak pada ekonomi masyarakat terutama program kelor tersebut sebagaimana yang kami dengar selama ini”, ungkap Thabelak. (Agst/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan