oleh

LSM Rumah Perubahan Flobamorata dan Forum  BUMDes NTT Sosialisasi Potensi Ekonomi Desa Tunbaun

RADARNTT, Oelamasi – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rumah Perubahan Flobamorata (RPF) bekerja sama dengan Forum BumDes Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan sosialisasi pengembangan potensi ekonomi desa di desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.

Sosialisasi untuk memperkuat pemerintah desa Tunbaun dalam mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi tentang peran pemerintah desa dalam mengembangkan potensi ekonomi desa, yang berlangsung sehari pada Minggu, (21/7/2019).

Kepala Desa Tunbaun, Yerobeam Nitti pada kesempatan itu mengapresiasi kehadiran LSM Rumah Perubahan Flobamorata dan Forum BumDes Indonesia, yang memberikan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan terhadap pengelolaan BumDes di desanya.

“Saya baru saja memimpin desa ini kurang dari satu tahun, namun berharap BumDes bisa maju, apalagi kedatangan LSM RPF bersama Forum BumDes Indonesia mampu menghadirkan pengetahuan serta pengalaman dalam mengembangkan BumDes”, kata Nitti.

Dia berharap kedepan tetap bersinergi dengan RPF dan Forum BumDes Indonesia, melakukan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pengelola BumDes dan membuat peraturan desa yang dapat menopang kegiatan-kegiatan di desa.

“Disini masyarakat memiliki beragam kelompok usaha seperti kelompok tani, kelompok ternak, kelompok tenun dan juga usaha-usaha lain seperti meubel, perbengkelan sampai dengan usaha perkebunan baik itu kopra, asam dan umbi-umbian”, ujarnya.

Pengurus Forum BumDes Indonesia Provinsi NTT, Eka Yusuf Alimansyah kepada radatntt.co menjelaskan tujuan kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan pemerintah desa dalam mengembangkan BumDes sebagai lembaga ekonomi di desa.

“Kami melakukan kegiatan ini sebagai upaya membantu pemerintah desa untuk mengembangkan BUMDes mereka, sebelumnya kami telah melakukan survey awal dan menemukan masih banyak kelemahan dan kendala terutama dalam pemanfaatan potensi lokal dan ketersediaan peraturan desa”, jelas Alimansyah.

Menurut dia, BumDes di desa Tunbaun saat ini, hanya menjalankan unit usaha simpan pinjam dan belum berbadan hukum, terkendala kapasitas dan kemampuan direktur sampai dengan pengelola dalam mengembangkan BumDes.

“Sehingga perlu pendampingan dan pembinaan untuk memberdayakan pelaku usaha BumDes dalam mengembangkan potensi ekonomi desa dan memanfaatkan peluang jejaring usaha”, pungkas Alimansyah.

Di tempat terpisah, mewakili LSM Rumah Perubahan Flobamorata, Defian Selan, selaku Kepala Divisi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dikonfrimasi, Selasa, (23/7/2019) mengatakan kegiatan tersebut merupakan program kerja lembaganya dalam memberdayakan masyarakat dan pemerintah desa.

“Kegiatan ini merupakan salah satu progam kami, meskipun kami baru mendirikan LSM ini sejak Desember tahun lalu (2018) dan beberapa progam telah kami jalankan. Saat ini, kami sangat fokus dalam pemberdayaan masyatakat dan pemerintah desa sesuai visi dan misi lembaga kami”, terang Selan.

Ke depan, kata Selan, LSM RPF akan melakukan pelatihan-pelatihan terkait manajemen pemerintahan desa dan melatih personil BumDes dalam mengelola potensi lokal, menjadi produk lokal yang mampu memberi dampak terhadap pemberdayaan kelompok-kelompok usaha yang ada di desa.

“Kami akan selalu terus melakukan kajian dan pemetaan potensi yang tepat supaya mampu memberi banyak hal kepada desa Tunbaun, agar aparat desa dan masyarakat mampu mengembangkan perekonomiannya dan berdaya saing”, lanjut Selan.

Menurut Selan, desa Tunbaun terkenal dengan potensi dan ketersediaan makanan pangan lokal yang luar biasa. Sehingga masyarakat harus bisa mengelolanya menjadi mata pencaharian dan unit usaha di desa dan dipasarkan secara baik. (Yo/RN)

Komentar