oleh

Maju Rebut EB 1 Manggarai, Kornelis Dola Undur dari PNS

RADARNTT, Borong – Meskipun gong Pilkada Manggarai tahun 2020 belum ditabuh, namun sejumlah figur yang akan bertarung pada perhelatan lima tahunan itu mulai menampakkan diri ke publik dan nyatakan siap bertarung merebut kursi EB 1 Kabupaten Manggarai.

Kali ini datang dari Bakal calon (Balon) Bupati Manggarai, Kornelis Dola, telah menerima Surat Keputusan (SK) pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim).

“Saya sudah menerima SK tadi dan saya mengucapkan terimakasi kepada pemkab Matim yang telah membimbing dan memberikan kontribusi dalam setiap perjalan hidup saya,” ucap Kornelis, kepada wartawan, Rabu (14/8) di Borong.

Kornelis juga memohon maaf atas segala perbuatan dan tutur kata selama menjadi bagian dari birokrat Manggarai Timur dalam kurun waktu 11 tahun lamanya.

Dola menjelaskan, keputusan itu merupakan bentuk keseriusannya sebagai kandidat yang bakal bertarung pada pemilihan kepala daerah Manggarai pada 2020 mendatang.

“Bahwa saya sungguh-sungguh, tidak main-main dan saya all out. Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab saya terhadap kepercayaan masyarakat yang menurut saya rekam, bahwa mereka menginginkan pergantian pemimpin yang tengah berkuasa,” ujarnya.

Dola meyakini, dari fakta politik, masyarakat Manggarai menginginkan perubahan dan pergantian orang baru. Sehingga lanjut dia, pensiun adalah suatu kesempatan nuntuk bekerja dengan bebas, bertanggung jawab dan penuh pengorbanan sebagai seorang kandidat.

Dikatakannya, setiap keputusan besar yang diambil pasti memiliki konsekwensi, namun jangan pernah jadi seorang pemimpin kalau takut akan resiko yang akan dihadapi.

“Bukan risiko yang besar tetapi tujuan kita yang mulia. Resiko itu adalah soal pribadi tetapi ada kepentingan banyak orang yang akan kita perjuangkan,” tandas Dola.

Dola menjelaskan, profesi sebagai kepala seksi yang ia embani selama 11 tahun, merupakan jabatan yang kecil di mana hanya menangani bidang tertentu sesuai keahlian personal.

Tetapi lanjut dia, menjadi kandidat artinya kita diberi kesempatan untuk melihat dan memperjuangkan kepentingan orang lain.

“Kepala seksi itu kan jabatan fungsional dan ruang lingkup yang kecil baik di instansi maupun dinas tertentu,” kata pemilik Hotel Gloria Borong itu.

Komentar